Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Peziarah Makam Gus Dur Ikut Rombongan Habib, Jombang-Semarang Hanya 2 Jam

Doddy Handoko , Jurnalis-Minggu, 11 Juli 2021 |06:55 WIB
Kisah Peziarah Makam Gus Dur Ikut Rombongan Habib, Jombang-Semarang Hanya 2 Jam
Makam Gus Dur di Jombang, Jawa Timur (Foto: Okezone)
A
A
A

JOMBANG - Makam Gus Dur berada di kompleks Ponpes Tebu Ireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pondok Pesantren Tebu Ireng didirikan oleh K.H Hasyim Asyari. Di dalam pesantren terdapat kompleks makam keluarga keturunannya.

Selain K.H Hasyim Asyari, di kompleks ini juga terdapat makam putra dan cucu dia yaitu K.H.A. Wahid Hasyim dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kompleks makam ini selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah terutama pada hari libur.

Ada cerita unik tentang makam Gus Dur. Kisah itu diceritakan Dimas Cokro Pamungkas, pengurus Silat NU, Pagar Nusa di Jombang.

Suatu sore usai Ashar, ada rombongan ziarah hendak pulang, tiba-tiba dikagetkan oleh berita bahwa ada satu orang anggota yang belum kembali.

Akhirnya ketua rombongan mendatangi tempat tinggal keluarga Gus Dur di kompleks Pesantren Tebuireng dan melaporkan kejadian tersebut.

Oleh keluarga Gus Dur disarankan untuk diumumkan saja melalui speaker masjid Tebuireng.

Kira-kira dua jam kemudian setelah sholat Maghrib, ketua rombongan mendapat telepon dari Polsek di Semarang yang mengabarkan kalau orang yang dicari sudah kembali. Rupanya pria yang dicari itu mencari kantor polisi untuk minta disambungkan ke kepala rombongan.

Keluarga Gus Dur kemudian dilapori kalau yang dicari sudah ketemu, malah sudah di Semarang.

Awalnya ia tak sadar apa yang terjadi. Lalu disuruhlah ketua rombongan menghubungi kembali pria yang hilang itu.

Dari mulut pria itu didapat ceritera kalau dia ikut rombongan para habib yang naik bis yang melewati Semarang.

Pria yang dicari itu menceritakan kejadiannya, ia masuk ke area makam Gus Dur, lalu duduk di sebelah para habib bersorban putih. Ia ikut mengaji.

Tapi saat pulang ia tidak ketemu rombongan. Jadi akhirnya ia ikut rombongan yang pakai sorban putih itu dan turun di Semarang.

Setelah mendengar cerita, rombongan yang berkumpul bersama salah seorang anggota keluarga Gus Dur sadar kalau ada yang aneh.

Jarak Jombang-Semarang yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu paling cepat 6 jam hanya dilalui oleh rombongan itu cuma sekitar 2 jam.

" Orang tadi hilang setelah Ashar dan ditemukan magrib,”kata Dimas.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement