BOGOR - Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, melakukan penyekatan di Simpang Salabenda, Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Banyak kendaraan yang diputar balik oleh petugas saat penyekatan pada PPKM Darurat ini.
Berdasarkan pantauan MNC Portal di lokasi, penyekatan itu dilakukan petugas sejak pagi tadi. Arus kendaraan dari arah Parung dan sekitarnya yang akan masuk ke Kota Bogor disekat petugas.
Hanya pekerja di sektor kritikal dan esensial diperbolehkan masuk ke Kota Bogor, termasuk yang dalam kondisi darurat atau pengecualian lainnya sesuai aturan. Sementara pengendara yang tidak berkepentingan atau tidak sesuai aturan diputar balik.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan selama PPKM Darurat pihaknya menyiapkan 6 titik penyekatan di perbatasan wilayah dan 7 check point dalam kota.
"Sejauh ini pantauan kami memang terjadi antrean panjang, tetapi umumnya mereka sudah membawa surat kerja (kritikal dan esensial) dari perusahaan masing-masing. Ini kita lakukan setiap hari," kata Susatyo, kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).
Baca Juga : Pengetatan Perbatasan, Pos Penyekatan di Bekasi Sepi Kendaraan
Susatyo menambahkan, sejauh ini tidak ada penambahan titik penyekatan dan pembagian waktu jam kerja seperti di Jakarta. Hanya saja, apabila ada pengendara yang lolos di titik penyekatan masih ada titik check point dalam kota seperti sebelumnya.
"Penambahan titik sekat itu pada check point. Jadi, apabila misalnya lolos di titik sekat maka akan masuk ke titik check point dalam kota. Termasuk situasional ada tim dari kita yang memantau jalan mana lagi jalan tikus untuk dilakukan penyekatan," tuturnya.
Sementara itu, salah satu pengendara motor Juwita mengaku keberatan dengan adanya penyekatan ini. Pasalnya, dirinya yang bekerja sebagai tukang sayur keliling tidak bisa melintas penyekatan.
"Ya gimana ya, kita kan orang kecil saya jualan sayuran keliling. Saya orang Kemang, biasa jualan ke sana (Salabenda) ini masih banyak. Harusnya kasih solusi yang baik lah, kasihan kita," tutur Juwita.
(Erha Aprili Ramadhoni)