WHO Desak China Terbuka soal Asal-usul Covid-19

Agregasi VOA, · Jum'at 16 Juli 2021 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441502 who-desak-china-terbuka-soal-asal-usul-covid-19-89ptb7gOZe.jpg Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Reuters)

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia ((WHO), pada Kamis (15/7), meminta China untuk bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan asal-usul Covid-19, dengan mengatakan perlunya pertanggung jawaban penuh terhadap jutaan orang yang menderita dan meninggal.

Dalam jumpa pers di markas besar badan tersebut di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bersama Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, mengatakan China perlu lebih terbuka dan transparan serta memberikan lebih banyak data mentah mengenai hari-hari pertama di mana virus itu ditemukan.

Tedros mengatakan data mentah bisa membantu menjelaskan bagaimana virus berkembang dan menyebar, dan mencegahnya kembali terjadi. Ia juga mengatakan dunia berutang kepada para korban pandemi.

“Saya kira kita berutang kepada jutaan orang yang menderita dan meninggal untuk benar-benar memahami apa yang terjadi,” katanya.

(Baca juga: Pakar China: Penyelidikan Asal Usul Covid-19 Harus Beralih ke AS)

Pimpinan WHO itu mengatakan badan tersebut dan negara-negara anggotanya terus terlibat dengan China untuk mendapatkan jawaban, dan ia yakin akan ada kerjasama yang lebih baik pada masa depan.

WHO mengirim delegasi internasional ke China awal tahun ini dalam misi empat minggu untuk menentukan asal usul virus corona. Laporan mereka menyimpulkan bahwa patogen berasal dari satu hewan dan menular pada manusia. Tetapi banyak orang, termasuk Presiden AS Joe Biden, merasa penyelidikan itu “tidak cukup dan tidak meyakinkan.” Tedros menyerukan studi lebih lanjut tentang masalah ini.

Dalam jumpa pers pada Kamis (15/7), Tedros juga melaporkan Komite Darurat WHO telah menyampaikan keprihatinan bahwa pandemi Covid-19 disalahartikan akan berakhir, sementara pandemi masih jauh dari selesai.

(Baca juga: Biden Perintahkan Intelijen Selidiki Asal-usul Covid-19, Tenggat Waktu 90 Hari)

Tedros mengatakan komite itu, yang pada hari Kamis mengadakan pertemuan kedelapan untuk 2021, juga memperingatkan tentang kemungkinan kuat munculnya dan penyebaran global, varian baru Covid-19 dan mungkin lebih berbahaya yang bahkan mungkin lebih sulit dikendalikan.

Dia mengatakan komite itu meminta semua negara untuk mendukung tujuan WHO guna memvaksinasi sedikitnya 10% dari populasi setiap negara menjelang akhir September.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini