Pakar China: Penyelidikan Asal Usul Covid-19 Harus Beralih ke AS

Antara, · Kamis 17 Juni 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 18 2426632 pakar-china-penyelidikan-asal-usul-covid-19-harus-beralih-ke-as-7hVT03djzh.jpg Ilustrasi virus Covid-19 (Foto: Reuters)

SHANGHAI - Seorang pakar senior China mengatakan Amerika Serikat (AS) harus menjadi prioritas dalam tahap penyelidikan selanjutnya tentang asal usul Covid-19 setelah sebuah penelitian menunjukkan penyakit itu bisa saja beredar di sana pada awal Desember 2019.

Studi yang diterbitkan minggu ini oleh Institut Kesehatan Nasional AS (NIH), menunjukkan bahwa setidaknya tujuh orang di lima negara bagian AS yang berbeda terinfeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, beberapa minggu sebelum kasus resmi pertama dilaporkan.

Zeng Guang, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada tabloid milik negara Global Times bahwa perhatian sekarang harus beralih ke Amerika Serikat, yang lambat untuk menguji orang pada tahap awal wabah, dan juga rumah bagi banyak laboratorium biologi.

"Semua mata pelajaran terkait senjata biologis yang dimiliki negara harus diawasi," terangnya.

(Baca juga: Hong Kong Kirim 500 Polisi Gerebek Media Pro Demokrasi, 5 Orang Ditangkap)

Mengomentari penelitian pada Rabu 916/6), juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan sekarang "jelas" bahwa wabah COVID-19 memiliki "banyak asal" dan bahwa negara-negara lain harus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Asal usul pandemi telah menjadi sumber ketegangan politik antara China dan AS, dengan banyak fokus pada Institut Virologi Wuhan, yang terletak di kota tempat wabah pertama kali diidentifikasi pada akhir 2019.

Wall Street Journal melaporkan awal bulan ini, sebuah laporan oleh laboratorium nasional pemerintah AS menyimpulkan masuk akal jika virus itu telah bocor dari laboratorium Wuhan.

(Baca juga: Cek Fakta: Erdogan Cium Tangan Biden?)

Sebuah studi sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan bahwa SARS-CoV-2 dapat beredar di Eropa pada awal September tahun lalu. Namun para ahli mengatakan ini tidak berarti itu tidak berasal dari China, di mana banyak virus corona mirip SARS telah ditemukan di negara tersebut.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini