Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

China Perketat Pengawasan Kepercayaan Tradisional, Prosesi Ying Laoye Jadi Sasaran

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 11 Maret 2026 |13:21 WIB
China Perketat Pengawasan Kepercayaan Tradisional, Prosesi Ying Laoye Jadi Sasaran
Prosesi Ying Laoye di China.
A
A
A

JAKARTA — Pihak berwenang China mengambil tindakan untuk menghentikan prosesi keagamaan tradisional Ying Laoye di beberapa wilayah Negeri Tirai Bambu. Insiden terkait prosesi Ying Laoye di Jiangxi dan Guangdong dilaporkan melibatkan polisi yang menggunakan kekerasan untuk menindak massa.

Prosesi Ying Laoye, atau Pawai Leluhur, dulu dianggap sebagai tradisi tidak berbahaya dan merupakan bagian khas dari perayaan Tahun Baru Imlek. Dua insiden baru-baru ini di Guangdong dan Jiangxi menunjukkan bahwa otoritas China memperketat pengawasan dan kendali terhadap kegiatan keagamaan serta komunal akar rumput.

Dilansir dari laporan Bitter Winter, Rabu (11/3/2026), di Desa Changmei, Chaozhou, Guangdong, prosesi Ying Laoye telah berlangsung selama beberapa generasi. Penduduk desa biasanya membawa patung dewa setempat keluar dari kuil dan melalui jalan-jalan untuk memberkati komunitas mereka. Namun, pada malam 2 Maret, petugas polisi memblokir gerbang kuil dengan maksud menghentikan ritual tersebut.

Suasana sempat tegang, tetapi pemuda desa menerobos barisan polisi, membuka jalan menuju kuil, dan mengeluarkan patung tersebut. Prosesi kemudian berlanjut dengan damai seperti biasanya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement