Pria Ini Divonis Mati karena Langgar Prokes Covid-19

Solopos.com, · Jum'at 16 Juli 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441623 pria-ini-divonis-mati-karena-langgar-prokes-covid-19-gQHQUyOkuo.jpg Ilustrasi hukuman mati (Foto: Shutterstock)

CHINA - Lembaga peradilan China kembali menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang warga yang dinilai terbukti melakukan pelanggaran serius protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Pengadilan tingkat tinggi di Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, Kamis (15/7), menjatuhkan vonis mati terhadap Chen Chenlong, 42.

Sebagai informasi, Chen ditangkap polisi pada 8 Februari lalu atas tuduhan melakukan pembunuhan terhadap Zhang yang sedang menjalankan tugasnya menjaga pintu masuk areal permukiman warga di Distrik Hulan, Kota Harbin, untuk pengendalian Covid-19.

Nyawa Zhang tidak tertolong lagi karena pendarahan hebat akibat tikaman pisau pada bagian perut, bahu, dan lengan. Selain hukuman mati, terdakwa juga dikenai denda sebesar 656.500 yuan atau sekitar Rp1,47 miliar atas perbuatannya itu.

(Baca juga: Pencarian Putus Asa untuk Temukan 14 Pekerja yang Terjebak di Terowongan yang Banjir)

Menurut putusan pengadilan yang dimuat Global Times, Jumat (16/7), Majelis hakim Pengadilan Tinggi Harbin memutus kasus tersebut atas pertimbangan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana serius dengan membunuh seorang sukarelawan setelah tidak mematuhi prokes sehingga layak dijatuhi hukuman berat.

Berita vonis mati tersebut mendapatkan perhatian besar dari warganet China dan mereka mendukung tindakan aparat penegak hukum.

Berita tersebut sudah dilihat 10 juta kali saat diunggah di Sina Weibo sejak putusan diumumkan kepada publik. Ini merupakan kasus kedua pelanggaran prokes Covid-19 di China yang berakhir dengan vonis mati.

Sebelumnya, Ma Jianguo, pelaku pembunuhan dua penjaga portal jalan untuk prokes Covid-19 di Provinsi Yunnan, dieksekusi mati pada 9 Juli 2020.

(Baca juga: Taliban Tawarkan Gencatan Senjata, Imbalan Bebaskan 7.000 Tahanan)

Eksekusi terhadap pria berusia 24 tahun tersebut dilakukan setelah Mahkamah Agung Republik Rakyat China menguatkan putusan pengadilan tingkat tinggi. Sepanjang tahun 2020, Kejaksaan Agung Republik Rakyat China telah menangkap dan memproses lebih dari 7.200 kasus pelanggaran prokes Covid-19 dan 11.200 orang telah divonis penjara.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini