Jamaah Haji Nakal Langgar Aturan dan Prokes Bakal Kena Sanksi Ini

Agnes Teresia, Okezone · Senin 19 Juli 2021 08:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 18 2442684 langgar-prokes-siap-siap-denda-hingga-deportasi-EA8LzAIpPN.jpg Ibadah haji (Foto: Reuters)

JAKARTA - Arab Saudi tetapkan kebijakan tegas dan ketat sebagai upaya untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Endang Jumali menginformasikan konsekuensi tegas yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi bagi para pelanggar protokol kesehatan (prokes) maupun pelanggaran terkait pelaksanaan ibadah haji.

Jika ada yang tertangkap atau ketahuan melaksanakan ibadah haji tanpa adanya permit atau izin yang sah, oknum tersebut akan dikenakan denda.

“Arab Saudi ini kan ketat dalam hal disiplin seperti contohnya ketika ibadah haji ini bagi mereka yang tidak memiliki permit haji itu dikenakan denda sekitar 10 ribu riyal atau kalau rupiahnya sekitar 40 jutaan,” ujarnya dalam Special Dialogue bersama Okezone.

Selain tidak memiliki izin, melakukan pelanggaran lain seperti melanggar prokes dan ketentuan yang sudah ditetapkan juga akan dikenakan denda. Jumlah denda yang diberikan berkisar antara 1.000 – 10.000 riyal (Rp3,8 juta – Rp38 juta). Tidak hanya denda, Arab Saudi juga dapat mendeportasi si pelanggar dan tidak diizinkan kembali selama 10 tahun.

(Baca juga: Siapa Saja WNI yang Naik Haji Tahun Ini?)

“Jadi cukup ketat, luar biasa,” pungkas Endang.

Dikutip dari Al Arabiya, Senin (5/7/2021), petugas keamanan dikerahkan di semua jalan, koridor, dan area menuju Masjidil Haram serta tempat-tempat suci lainnya untuk mencegah dan mengawasi setiap pelanggaran yang mungkin terjadi.

Pos pemeriksaan didirikan di luar kota untuk memastikan hanya jamaah haji yang membawa izin yang sesuai yang boleh lewat.

Personel keamanan akan berpatroli di semua jalan menuju area pusat di sekitar Masjidil Haram dan tempat suci Kakbah untuk memastikan orang mengikuti aturan, termasuk prokes Covid-19.

(Baca juga: Paus Fransiskus: Istirahat dan Matikan Ponsel)

Selain itu, lebih banyak petugas polisi telah dikerahkan di pusat darurat 911 untuk membantu menangani peningkatan panggilan.

Penjagaan keamanan yang ketat juga ditempatkan di sekitar Makkah dan tempat-tempat sucinya untuk mencegah orang-orang yang tidak berwenang memasuki kota itu selama haji.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini