Kapok Dipenjara, Pemilik Cafe yang Langgar PPKM: Mending Bayar Denda

Tim Okezone, Okezone · Senin 19 Juli 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 19 525 2442917 kapok-dipenjara-pemilik-cafe-yang-langgar-ppkm-mending-bayar-denda-qvdptiAbO4.jpg Asep Luthpi Suparman (Foto: Ditjen PAS)

JAKARTA - Pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Tasikmalaya, Asep Luthpi Suparman (ALS) berpesan kepada masyarakat agar mematuhi aturan. Terutama, terkait PPKM Darurat yang bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. 

"Mending bayar denda saja, kalau ada pelanggaran Tipiring seperti ini," katanya, Minggu 18 Juli 2021.

Asep dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya, Minggu 18 Juli 2021 pagi. Asep dibebaskan usai menjalani hukuman selama tiga hari, terhitung Kamis 15 Juli 2021 selepas keluarnya putusan dari pengadilan. 

“Saya cuma nitip pesan saja ke masyarakat, mending ikuti aturan PPKM Darurat, jangan seperti saya. Soalnya, aturan darurat ini memang untuk kepentingan banyak orang, semua masyarakat, dalam menekan penyebaran Covid-19,” katanya.

Baca Juga:  Kelanjutan PPKM Darurat Diumumkan Sore Ini

Menurut Asep, selama tiga hari mendekam di Lapas Tasikmalaya, seluruh petugas memperlakukannya dengan baik. Ke depan, dirinya akan kembali mengelola usahanya dengan mematuhi aturan yang berlaku dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

“Justru kalau kita melanggar akan lebih sulit bagi kita sebagai pelaku usaha,” pungkasnya.

Asep diputus bersalah karena terbukti melanggar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Dia dijatuhi pidana kurungan karena tempat usahanya tak mematuhi aturan PPKM di masa pandemi.

Baca Juga:  Langgar Prokes, Satgas Covid-19 Bubarkan Hajatan di Muara Gembong

Asep merupakan pemilik kedai kopi yang memilih dipenjara ketimbang membayar denda Rp5 juta lantaran dinyatakan bersalah melanggar aturan PPKM Darurat karena kedapatan melayani makan dan minum di tempat usahanya di masa pandemi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini