Ada Nama Bupati Karanganyar di Amplop Bansos PPKM, Disdagnakertrans Akui Salah

Bramantyo, Okezone · Kamis 22 Juli 2021 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 512 2444596 ada-nama-bupati-karanganyar-di-amplop-bansos-ppkm-disdagnakertrans-akui-salah-oSVMIMQD6W.JPG Antrean PKL bersiap terima Bansos dari Baznas (Foto: Okezone/Bram)

KARANGANYAR - Antrean pedagang Kaki Lima (PKL) masih terlihat di Kantor Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disdagnakertrans) Karanganyar.

Pantauan Okezone, berbeda awal pekan lalu, Senin 19 Juli 2021, antrean Pedagang Kaki Lima yang mengantri untuk mendapatkan dana kompensasi bantuan PPKM Darurat tak sebanyak sebelumnya.

Dari data yang ada di Disdagnakertrans, jumlah PKL yang mengantri untuk mendapatkan kompensasi sebesar Rp 300 ribu, hanya sekitar 50 orang.

Sedangkan total seluruh PKL yang menerima bansos PPKM Darurat berjumlah 840 PKL. Mereka biasa berjualan di Taman Pancasila, alun-alun kota, Pujasera Cangakan, area Stadion 45 dan Kauman.

Pantauan Okezone, Di amplop yang diterima para PKL ini putih polos. Sebelumnya, amplop bansos yang diberikan pada PKL ini, sempat menjadi sorotan karena terdapat nama Bupati Juliyatmono dan Istri, Siti Khomsiah.

Baca Juga: Bansosnya dari Baznas, Kok Tulisan di Amplopnya Nama Bupati Karanganyar dan Istrinya?

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bila dana kompensasi pada para PKL yang tertera nama Bupati berserta istri yang kebetulan Anggota DPRD disebut-sebut berasal dari itu berasal dari bantuan Baznas.

Saat dikonfirmasi Okezone, Kepala Disdagnakertrans Martadi mengatakan mengakui terdapat kekeliruan saat memasukan uang kedalam amplop.

Sadar adannya kekeliruan, dirinya langsung menghentikan pembagian dana kompensasi untuk para PKL. Dan dirinya langsung meminta untuk mengganti amplop tersebut.

"Wis lah kui salahku, (sudahlah itu salahku) sudah saya cut (hentikan) sudah tidak saya lanjutkan,"papar Martadi, Kamis (22/7/2021).

Martadi menduga, ada pihak-pihak tertentu yang tak suka dengan dirinya, dan sengaja ingin menjatuhkan dirinya. Tapi yang jelas, ungkap Martadi, dirinya sudah mengakui salah dengan menghentikan (pembagian bansos PPKM Darurat) untuk para PKL saat itu juga.

"Mungkin ono sing ora seneng (mungkin ada yang tak senang), sudah, mudah-mudahan sudah beres, tapi yang jelas saya sudah mengakui kalau itu salah dan seketika sudah dihentikan kok,"terangnya.

Sebaliknya, Martadi justru mengaku merasa kasihan dengan keluarga Bupati Karanganyar, terutama pada istri Bupati Juliyatmono yang ikut menjadi korban akibat ulah orang yang tam suka dengan dirinya.

"Saya malah merasa kasihan sama ibu Juli, karena ulah orang yang tak suka dengan saya,"terangnya.

Sementara itu anggota DPRD dari PKS Rohadi Widodo saat dimintai komentar mengatakan, apapun sebetulnya kasus itu tidak etis. Sebab Baznas yang membantu itu bukan di bawah struktur pemerintah Karanganyar.

‘’Coba lihat. Baznas itu bukan di bawah Bupati. Jadi kalau ada tulisan Bupati apalagi dengan istrinya jelas tidak pada tempatnya. Kecuali bantuan itu dari pribadi Bupati atau uang pemerintah, itu bisa saja menggunakan amplop Bupati,’’ kata dia.

"Seharusnya lebih tepat jika bantuan dari Baznas, amplopnya juga bertuliskan Baznas. Perkara bupati yang menyerahkan, itu tidak masalah. Lebih afdol jika Bupati didampingi pengurus Baznas dan Disdagnakertrans, itu baik,"imbuhnya.

Tak hanya soal etika yang dilanggar, ungkap Rohadi, jika dirunut lebih jauh, bisa juga itu penggelapan.

"Kan uang Baznas itu milik orang banyak, uang zakat. Sehingga kalau amplopnya bergambar Bupati, kan sama saja diaku uangnya Bupati ? Apa iya Bupati zakatnya segitu untuk bansos 840 orang?,"tanyanya.

Yang jelas Rohadi yang wakil ketua DPRD Karanganyar itu mengatakan, soal itu perlu klarifikasi agar lebih gamblang semuanya.

"Harus di klarifikasi, karena itu bukan uang pemerintah,"terangnya.

Hingga berita ini dinaikkan, Okezone masih mencoba mengkonfirmasi Bupati Karanganyar, dan pihak BAZNAS. Namun, telepon seluler dan pesan singkat belum dibalas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini