Share

Sebar Video Hoaks, Oknum Guru Ditangkap Polisi

Antara, · Sabtu 24 Juli 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 340 2445219 sebar-video-hoaks-oknum-guru-ditangkap-polisi-6hExWPDhsf.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANDARLAMPUNG - Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung mengungkap kasus penyebaran video hoaks dengan menangkap seorang oknum guru asal Kota Metro, Provinsi Lampung, berinisial G bin NOK (51).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra di Bandarlampung, menyampaikan, kasus ini bermula pada Kamis 15 Juli 2021 pukul 22.00 WIB, Tim Subdit V Ditreskrimsus mengetahui postingan terkait adanya tindak pidana berita bohong yang diunggah di media sosial Youtube dengan nama akun Guntoro TwentyOne berupa video yang diberi judul "Demo pedagang di pusat perbelanjaan".

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Hoaks Pesan Berantai soal Bansos PPKM Darurat

Dalam keterangan video bahwa kejadian tersebut berada di wilayah Pasar Metro Pusat, Lampung, dan setelah Tm Siber Polda Lampung melakukan pengecekan bahwa berita tersebut tidak benar dan dapat dipastikan bahwa video tersebut adalah bohong atau hoaks.

Kemudian, tim melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti berupa telepon genggam yang digunakan oleh pelaku. Kemudian, pada Jumat 16 Juli, tim dipimpin oleh Ipda Romi Azhari menangkap seorang terduga pelaku G bin NOK di rumahnya, setelah itu dilakukan penggeledahan dan ditemukan satu unit HP warna hitam merek Redmi 9C yang digunakan pelaku untuk mengunggah video tersebut ke kanal Youtube “Guntoro TwentyOne” kemudian terduga pelaku dibawa ke Polda Lampung guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pandra mengungkapkan, motif tersangka G bin NOK ini mengunggah video hoaks berupa kerusuhan terkait PPKM Level 3 di Pasar Terminal Metro Pusat agar masyarakat tertarik menonton video di akun Youtube tersangka dengan tujuan menambah subscriber dan viewers akun Youtube milik tersangka.

"Tim berhasil mengamankan satu akun Youtube dengan nama Guntoro Twentyone, satu unit telepon genggam tersangka dengan merek redmi 9C warna hitam dengan imei 867304053333245 dan imei 867304053333242, satu unit GSM XL dengan nomor 0831-6412-2999," terang Pandra, Jumat 23 Juli 2021.

Baca Juga:  Beredar Ajakan Demo Tolak PPKM Darurat, Polda Jateng: Hoaks, Penyebarnya Akan Ditindak Tegas!

Ia menambahkan, tersangka ini dipersangkakan dengan Pasal 14 Ayat (1) dan (2) KUHPidana yang berbunyi "Barang siapa menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun".

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini