Kisah Pasutri Jual Perabotan Rumah demi Menyambung Hidup di Tengah Pandemi

Adi Haryanto, Koran SI · Senin 26 Juli 2021 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 525 2446318 kisah-pasutri-jual-perabotan-rumah-demi-menyambung-hidup-di-tengah-pandemi-BfnD0avqKp.jpg Pasutri jual perabotan rumah untuk menyambung hidup di tengah pandemi Covid-19 (Foto: Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Pandemi Covid-19 yang sudah terjadi sejak awal 2020 hingga sekarang membuat banyak warga yang terkena imbasnya. Tidak jarang warga harus bekerja serabutan atau terpaksa menjual barang-barangnya untuk tetap bertahan hidup.

Seperti yang dialami pasangan suami istri (pasutri) warga Kampung Panagelan RT 02/04, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Novi Sovianti (33) dan Ruslan Permana (31). Mereka terpaksa harus menjual perabotan rumah tangganya satu per satu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga:  Covid-19 di Jakarta, Anies: Belum Aman, Kita Harus Hati-Hati

Novi mengakui jika kehidupan keluarganya saat ini sangat morat-marit. Apalagi pandemi Covid-19 hingga kini masih terjadi dan belum dipastikan kapan akan mereda. Bahkan suaminya pun harus kehilangan pekerjaan akibat wabah ini dan sekarang merintis usaha.

"Suami sempat kerja di Bali tapi karena Covid-19 berhenti. Paling sekarang kami jual perabotan di rumah yang bisa jadi uang untuk makan dan anak-anak jajan," kata Novi yang telah menjual speaker bluetooth-nya senilai Rp50 ribu, Senin (26/7/2021).

Ekonomi keluarganya sempat bangkit ketika suaminya merintis usaha penjualan stroberi dengan konsumen langganannya di wilayah Jabodetabek. Namun, usaha suaminya lagi-lagi terdampak kebijakan PPKM Darurat. Aktivitas pengiriman berhenti total karena tidak ada pengiriman ke wilayah Jakarta.

Baca Juga:  Menkes Budi: 45 Juta Dosis Vaksin Masuk Indonesia di Agustus

Ujian bagi keluarganya bertambah berat saat dua bulan lalu ayahnya terkena stroke sehingga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Kondisi itu membuat Novi dan suaminya semakin berat menanggung beban kehidupan. Apalagi di keluarganya tidak ada satupun yang memiliki penghasilan tetap.

"Saya sudah jual pakaian, panci, helm, rice cooker, dan yang lainnya. Rumah ini juga rencananya akan dijual dan kami semua akan pindah ke Cimahi," kata ibu dua anak ini.

Ironisnya, keluarganya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Penyebabnya mungkin karena masalah domisili. Meskipun dia dan keluarganya sudah dua tahun tinggal di Cisarua, KBB, namun Kartu Keluarganya (KK) masih berdomisili di Kota Cimahi.

"Bantuan gak ada, karena harus bikin surat pindah dulu dari Cimahi ke sini. Tapi kalau ada pesta politik, keluarga saya selalu dilibatkan dalam pemilihan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini