Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
898

Obat Covid-19 Langka, Kejari Lampung Selatan Sidak Rumah Sakit dan Dinkes Cek Stok

Heri Fulistiawan , Jurnalis-Selasa, 27 Juli 2021 |19:35 WIB
Obat Covid-19 Langka, Kejari Lampung Selatan Sidak Rumah Sakit dan Dinkes Cek Stok
Kejari Lampung Selatan Dwi Astuti Beniyati saat sidak obat Covid-19 di Dinkes.(Foto:tangkapan layar)
A
A
A

LAMPUNG SELATAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan untuk mengecek stok obat-obatan yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19.

Langkah ini dilakukan setelah Kejari Lampung Selatan menerima instruksi dari Jaksa Agung untuk mengecek anggaran Covid-19, obat-obatan dan tabung oksigen.

Kedatangan korps Adhyaksa Lampung Selatan ini, disambut langsung oleh Direktur RSUD Bob Bazar, Media Apriliana.

Baca Juga: Polisi Gelar Vaksinasi Mobile Sasar Warga Difabel di Tanjung Priok

Kajari Lampung Selatan, Dwi Astuti Beniyati berbincang terkait obat-obatan yang langka, Direktur RSUD Bob Bazar mengajak Kajari mengecek beberapa gudang.

Mereka menyambangi gudang obat-obatan, gudang penyimpanan oksigen dan gudang umum. Tim Kejaksaan menemukan 3 jenis obat langka, yaitu favipiravir (anti virus) azitrimicyn (antibiotik) dan redemsivir injeksi (anti virus).

Padahal obat-obatan tersebut sangat penting, karena khusus untuk pasien yang isolasi mandiri (isoman) dan pasien di rumah sakit.

Saat ini, RSUD Bob Bazar Kalianda memesan ketiga jenis obat-obatan itu sebanyak 10 boks. Tapi yang diterima hanya 3 boks, kebutuhan rumah sakit pelat merah ini tidak bisa diakomodir semuanya karena stok obat-obatan harus dibagi dengan rumah sakit lain.

Selesai di rumah sakit, jajaran Kejari Lampung Selatan langsung menuju ke Dinas Kesehatan Lampung Selatan.

Sama seperti di lokasi sebelumnya, Kejari Lampung Selatan juga mengecek stok obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19. Obat khusus Covid-19 di Dinkes juga kosong, karena terkendala pengadaan.

Mendengar penjelasan dari Dinkes Lampung Selatan, tim Kejari meminta jajaran Dinkes membuat laporan perihal stok obat-obatan yang kosong.

Saat ini, stok oksigen di Dinkes tidak ada, sementara stok kebetulan ada di puskesmas paling banyak stok oksigen diberikan kepada puskesmas rawat inap (pri) daripada yang rawat jalan, sedangkan APD Dinkes menerima sumbangan dari provinsi dan juga swasta.

"Setelah melihat kelangkaan obat-obatan, kami berharap permintaan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat terpenuhi, sehingga penanganan Covid-19 yang sedang masif di Lampung Selatan bisa dilaksanakan dengan baik tanpa kendala apapun," ujar Kajari Lampung Selatan, Dwi Astuti Beniyati.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement