Cerita Unik Kasus Covid-19 di Korut

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Kamis 05 Agustus 2021 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 18 2451032 cerita-unik-kasus-covid-19-di-korut-lKBOGI2grf.jpg Bendera Korea Utara (Foto : Reuters)

KASUS penyebaran Covid-19 sudah menyerang seluruh dunia. Namun, hingga kini negara yang tidak diketahui secara pasti terkait kasus Covid-19 di wilayahnya adalah Korea Utara (Korut).

Berikut adalah cerita unik tentang pandemi Covid-19 di Korut yang berhasil dihimpun Tim Litbang MNC Portal Indonesia.

1. Kasus Covid-19 di Korut Tidak Diketahui Pasti

Korut memang terkenal sebagai negara yang sangat tertutup. Bahkan, di tengah serangan Covid-19 yang menyasar seluruh negara di dunia, Korut menjadi negara yang tidak terdeteksi tingkat kasus Covid-19.

Hal itu diungkapkan dalam laman resmi CDC (Centers for Disease Control and Prevention) milik pemerintah Amerika Serikat.

“Karena situasi terkini di Korea Utara yang tidak diketahui, maka para wisatawan yang sudah menjalankan vaksinasi masih berpeluang terkena paparan varian Covid-19,” sebut pihak pemerintah AS dalam situs itu.

Meski demikian, pihak AS tetap mewajibkan warganya untuk vaksin terlebih dahulu jika memang harus bepergian ke Korut.

Sementara itu, dilansir dari Bloomberg, Kim Jong Un mengingatkan warganya bahwa situasi di depan semakin sulit. Jika wabah Covid-19 meluas di Korut, maka dipastikan akan merepotkan seluruh pihak karena sistem perawatan Korut yang masih sangat tradisional atau kuno, dan tidak memungkinkan adanya vaksin. Hingga saat ini, tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa angka kasus Covid-19 di Korut.

2. Musnahkan Kucing dan Burung Merpati

Cara tak lazim pemerintah Korut, terutama Pyongyang untuk menghalau masuknya Covid-19 ke negaranya adalah membasmi seluruh kucing dan burung merpati yang ada di perbatasan Korut dengan China, dengan cara menembak hewan-hewan itu. Adanya kebijakan itu karena pemerintah khawatir jika kucing dan burung merpati akan membawa virus dan menyebarkannya kepada masyarakat Korut.

3. Eksekusi Warga Akibat Langgar Aturan Covid-19

Seorang warga Pyongyang dieksekusi mati oleh regu tembak karena ketahuan melanggar aturan Covid-19 yang sudah dibuat pemerintah. Dilansir dari berbagai sumber, proses eksekusi mati yang dilakukan pada 28 November 2020 ini bertujuan untuk memberikan imbas jera kepada warga yang masih saja melanggar aturan.

Selanjutnya, 2 orang pejabat Korut juga dikabarkan dieksekusi mati setelah mengimpor beberapa barang dari China dan dianggap melanggar kebijakan penguncian wilayah selama pandemi. Padahal, Korut tengah menjalankan peningkatan kontrol bea cukai dari perbatasan akibat pandemi.

Kim Jong Un juga dianggap mengeluarkan kebijakan di luar nalar lainnya, yakni dengan menaikkan harga komoditas dan mengurangi produksi industri. Padahal, Korut tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi.

4. Sebut ‘Debu Kuning’ dari China Bawa Virus Covid-19

Pemerintah Korut mengimbau warganya untuk tetap berdiam diri di rumah, karena keberadaan debu kuning musiman asal China dianggap berpotensi membawa virus Covid-19. Debu kuning tersebut dikatakan berasal dari Gurun Gobi, China yang berjarak lebih dari seribu kilometer dari Korut.

Padahal, jarak aman agar terhindar dari Covid-19 hanya 2 meter saja. Dugaan pemerintah Korut pun tidak mampu dibuktikan oleh kajian ilmiah dan dianggap sebagai imbauan yang tak masuk akal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini