Alasan kedua, karena dahulu sempat ada seorang menteri yang mengatakan bahwa di bawah Prasasti Batu Tulis Bogor terdapat harta karun yang berbentuk emas batangan. Jika emas tersebut digunakan, maka utang Indonesia akan langsung lunas.
Lagi-lagi, kata Hamid, emas tersebut tidaklah nyata. Menurutnya, hal itu amat mengganggu akal sehat dan logika masyarakat.
"Usut punya usut itu (Harta Karun) semua tidak ada. Ketika diberitahu menterinya kenapa itu kosong, jawabannya sederhana, bahwa orang yang menggalinya itu tidak iklas. Bagaimana akal sehat anda bisa menerimanya?" tuturnya.
Kecurigaan selanjutnya yakni adanya inkonsistensi profil dari Akidi Tio yang disebutkan sebagai seorang pengusaha. Hamid pun mempertanyakan yang bersangkutan pengusaha bergerak di bidang apa.
"Kalau toh itu uang ada, bagaimana prosesnya sampai dengan ada akumulasi Rp2 T? Kalau Rp2 T saja dia sumbangkan, berarti berapa modalnya ini orang? Apakah uang itu halal dan kalau ada ya, apakah bukan hasil dari money laundry?" ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.