Dalam agenda kunjungan kerja selama dua hari tersebut yakni 3-4 Agustus 2021, Menteri BUMN RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso mengunjungi beberapa lokasi penting yaitu ke klaster produksi tempe binaan BRI, Agen BRILink Toko Nadia, Penyaluran BPUM serta kegiatan vaksinasi di KC BRI Baturaja.
Adapun klaster produksi tempe berada di Kebun Jeruk, Kelurahan Saung Naga, Kecamatan Baturaja Barat. Sunarso mencontohkan, setelah proses edukasi BRI bisa memberikan jasa layanan simpanan dan pinjaman kepada produsen tempe yang menjadi nasabahnya.
Dalam ekosistem tersebut, terdapat 72 orang pelaku usaha dengan potensi akuisisi BRI melalui simpanan dan pinjaman, Agen BRILink, Qris hingga Agen Mitra Ultra Mikro (Umi). Harapannya, sentra produksi tempe berkapasitas produksi hingga 2 ton per hari dengan omzet Rp 40 juta hingga Rp 57 juta setiap harinya itu bisa terus berkembang ke depan.
Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi serta untuk mendorong proses inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, Sunarso pun menyambangi Agen BRILink Toko Nadia. Gerai yang dimiliki Nizar (49) warga jalan Garuda Lintas Sumatera, Desa Airpaoh, Baturaja, OKU, itu masuk dalam kategori Agen Jawara.
Nizar mampu membantu inklusi keuangan warga dengan transaksi mencapai 779 kali per bulan. Nilai transaksinya pun tergolong besar, mencapai Rp1,15 miliar per bulan. Terkait Agen BRILink, Sunarso mengatakan, di zaman digitalisasi sekarang ini, pelaku usaha di segmen UMKM bukan hanya harus didukung dengan kekuatan modal saja. Namun juga berbagai produk jasa layanan keuangan. Karenanya BRILink siap hadir menjembatani masyarakat luas khususnya untuk mendukung pelaku usaha melakukan transaksi keuangan di daerah yang jauh dari kantor bank.