Panglima TNI juga menekankan bahwa petugas di lapangan harus dapat memberikan pengertian yang baik kepada masyarakat, secara humanis dan harus mampu menjelaskan ke masyarakat.
"Gelorakan disiplin protokol kesehatan, jadikan disiplin 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) sebagai kebiasaan baru. Isoman juga harus dijadikan kebiasaan baru, jika badan merasa tidak enak namun tetap harus melapor ke petugas kesehatan setempat," imbuhnya.
Optimalkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan infokan kasus sesegera mungkin guna mencegah memburuknya kondisi untuk Menekan angka kematian di Sulsel. Selanjutnya tracing kontak erat harus dilaksanakan.
Ia menambahkan, persiapan Isoter harus dimaksimalkan, tentunya harus dengan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan bagi pasien yang melaksanakan Isoter tersebut.
Baca juga: Kunjungan ke Kalsel, Panglima TNI Cek Penggunaan Aplikasi Silacak untuk Tracing Kontak Erat
Menurut Panglima, tracing kontak erat harus diawali dengan entry test dan diakhiri dengan exit test tentunya harus dengan hasil negatif.
"Gelorakan disiplin prokes, jadikan disiplin 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) sebagai kebiasaan baru. Isoman juga harus dijadikan kebiasaan baru, jika badan merasa tidak enak namun tetap harus melapor ke petugas kesehatan setempat," tegas Panglima.
Baca juga: Pesan Panglima TNI ke Nakes: Ingat Keluarga Kalian Menunggu di Rumah
Tentunya semua hal tersebut juga memerlukan kesadaran masyarakat termasuk diantaranya laporan, dukungan tracing, disiplin pelaksanaan isoman, dukungan obat dan logistik bagi masyarakat yang melaksanakan isoman. Selain itu, dilengkapi isoter dan RS dengan nakes, obat, alkes, oksigen juga pengerahan bidan, relawan, dan mahasiswa kedokteran.
Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan Kapolri meninjau aplikatif dari aplikasi Silacak yang diawaki oleh Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas.