Share

Daerah Tanpa Hujan Kategori Ekstrem di NTT Bertambah Jadi 13

Antara, · Sabtu 14 Agustus 2021 00:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 14 340 2455426 daerah-tanpa-hujan-kategori-ekstrem-di-ntt-bertambah-jadi-13-ksb2LZxeps.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KUPANG - Stasiun Klimatologi Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori ekstrem panjang bertambah dari 11 menjadi 13 daerah.

"Daerah-daerah dengan kategori ekstrem panjang ini memiliki kondisi HTH lebih dari 60 hari," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang BMKG Rahmatulloh Adji di Kupang, Jumat (13/8/2021).

Baca Juga:  Angin Kencang Landa NTT, BMKG Imbau Warga Waspada Gelombang Tinggi

Pihaknya mencatat sebelumnya HTH kategori ekstrem panjang melanda 11 daerah terjadi di Kota Kupang dan 10 kabupaten Yakni Kabupaten Kupang, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ngada, Manggarai Timur dan Sumba Timur.

Namun saat ini, kata dia, kondisi HTH dengan kategori ekstrem panjang juga melanda sebagian Kabupaten Alor dan wilayah Batu Putih di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Rahmatulloh menjelaskan, kondisi ancaman kekeringan meteorologis ini berdasarkan data HTH per 10 Agustus 2021 yang menunjukkan beberapa wilayah di NTT mengalami HTH dengan kategori panjang (20-30 hari) dan ekstrem panjang (lebih dari 60 hari).

Baca Juga:  BMKG : Tak Terdeteksi Potensi Badai Tropis di Wilayah NTT

Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan bahwa pada umumnya wilayah NTT diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20 mili meter/dasarian) dengan peluang 71-100 persen.

Zona musim di NTT saat ini, kata dia berada dalam periode musim kemarau sehingga diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan.

Rahmatulloh menyarankan agar daerah-daerah dengan status peringatan dini kekeringan meteorologi melakukan langkah antisipasi seperti mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, menghemat penggunaan air bersih dan melakukan kegiatan budidaya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air. 

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini