BALI - Permintaan kremasi di Krematorium Bebalang, Bali melonjak tajam selama pandemi Covid-19. Saat ini, tak kurang dari puluhan jenazah yang didominasi meninggal dunia karena Covid-19 dikremasi di lokasi.
Jenazah Covid-19 itu diantarkan langsung dengan ambulans dan dikremasi dan diupacarai di Krematorium Belalang. Hanya keluarga korban dalam jumlah terbatas diperbolehkan untuk mengikuti jalannya upacara kremasi itu.
Peningkatan kremasi juga berlangsung setelah adanya surat edaran Majelis Desa Adat dan edaran dari Parisada Hindu Dharma agar jenazah Covid-19 maksimal dalam tiga hari harus sudah dikremasi.
Baca juga: Periksa 7 Saksi, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Kartel Kremasi di Jakbar
Ketua Yayasan Krematorium Bebalang I Nyoman Karsana mengatakan bahwa sebanyak 12 jenazah yang mayoritas meninggal setelah terpapar Covid-19 tercatat dikremasi pada Senin (16/8/2021) malam.
Baca juga: Meningkat Drastis, Krematorium Cirebon Sudah Layani 100 Jenazah Pasien Covid-19 dalam 2 Bulan
Menurut dia, selama pandemi Covid-19 terjadi peningkatan signifikan jenazah yang dikremasi dari sebelum mewabahnya virus corona.
"Karena saat normal tidak sesering ini hanya ada satu shift dengan kapasitas maksimal 13 jenazah," ujarnya.