Dia menambahkan, sejak pandemi Covid-19 aktivitas kremasi meningkat hingga menerapkan dua sampai tiga shift dalam sehari. Meski demikian, pembakaran jenazah tetap dilaksanakan mengacu pada hari baik berdasarkan kelender Bali.
"Sekitar 80% merupakan jenazah Covid-19," tutur dia.
Baca juga: Wagub DKI: Keterisian RS Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 27%, Luar Biasa!
(Fakhrizal Fakhri )