Perubahan kebijakan ini, kata Wiku, kembali menuntut untuk berjuang mengorbankan berbagai hal demi menghindari kenaikan kasus terjadi.
“Dan berkat sinergi dari seluruh lapisan masyarakat hingga Minggu lalu, kasus positif nasional mingguan telah mengalami penurunan selama 4 minggu berturut-turut atau turun sebesar 41,6% dari puncak kedua,” katanya.
“Ini adalah perkembangan yang baik, meskipun jumlah kasus masih tinggi jika dibandingkan sebelum lonjakan kasus pada bulan Mei lalu,” papar Wiku.
Baca juga: Kasus Covid-19 Indonesia Melonjak 1,5 Juta dalam 2 Bulan
Meski demikian, Wiku mengatakan perjuangan melawan pandemi ini belum berakhir. Sampai saat ini, lanjutnya, penualaran Covid-19 masih tajam di mana kasus positif yang mulanya membutuhkan waktu sekitar 1 tahun untuk mencapai 1,5 juta dengan cepat menjadi 2 juta dalam waktu 3 bulan, dan terus mengalami percepatan hingga 3,5 juta dalam waktu sekitar 2 bulan.
Baca juga: Dapat Pelonggaran, Mal Bakal Ditutup kalau Ada Korban Corona
“Begitu pula dengan kasus kematian. Kematian yang membutuhkan waktu 1 tahun untuk mencapai 40.000 jiwa mengalami percepatan hingga 50.000 dalam waktu 2 bulan, 60.000 dalam waktu 1 bulan dan 110.000 atau hampir dua kali lipat dalam sebulan terakhir,” jelasnya.