Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Gadjah Mada 'Gempur' Kerajaan Samudera Pasai

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 24 Agustus 2021 |06:32 WIB
 Ketika Gadjah Mada 'Gempur' Kerajaan Samudera Pasai
Illustrasi Gajah Mada (foto: Sindo)
A
A
A

MAHAPATIH Kerajaan Majapahit, Gadjah Mada rupanya sedikit terusik mendengar kabar tentang kebesaran Kerajaan Samudera Pasai. Majapahit khawatir akan pesatnya kemajuan Kerajaan Samudera Pasai, yang memiliki jalur perdagangan strategis di selat Malaka.

Kemudian Gadjah Mada mulai mempersiapkan rencana untuk menyerang kerajaan Islam di pulau Sumatera tersebut. Desas-desus tentang akan adanya serangan tentara Majapahit pun santer terdengar di kalangan rakyat di Aceh.

Baca juga:  Majapahit di Era Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Masyarakat Muslim Bermukim di Ibu Kota

Armada perang Kerajaan Majapahit di bawah komando Mahapatih Gadjah Mada memulai aksinya pada 1350 dengan beberapa tahapan. Serangan pertama Majapahit diarahkan ke perbatasan Perlak tapi mengalami kegagalan karena lokasi itu dikawal ketat oleh tentara Kesultanan Samudera Pasai. Seperti dilansir dari buku "Ensiklopedia Kerajaan Islam Di Indonesia, Binuko Amarseto".

Gadjah Mada kemudian mundur ke laut dan mencari tempat lapang di pantai timur yang tidak terjaga. Di Sungai Gajah, Gadjah Mada mendaratkan pasukannya dan mendirikan benteng di atas bukit, yang hingga sekarang dikenal dengan nama Bukit Meutan atau Bukit Gadjah Mada.

Baca juga:  Kerajaan Majapahit Alami Kemunduran di Bawah Pimpinan Raja-Raja Ini

Gadjah Mada kemudian menjalankan siasat serangan dua jurusan, yaitu dari jurusan laut dan jurusan darat. Serangan lewat laut dilancarkan ke daerah pesisir di Lhokseumawe dan Jambu Air, sedangkan penyerbuan jalan darat dilakukan lewat Paya Gajah yang terletak di antara daerah Perlak dan Pedawa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement