KUDUS - Siswa Sekolah Dasar (SD) 04 Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terpaksa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di musala sekolah. Hal itu terpaksa dilakukan karena tiga lokal kelas di sekolah tersebut ambrol.
Kondisi itu tentu sungguh memprihatinkan. Siswa SD Kelas III terpaksa mengikuti pembelajaran tatap muka di musala sekolah dengan lesehan. Selain harus berdesakan karena ruangan yang sempit, mereka juga kesulitan saat membaca dan menulis karena tidak ada meja.
Tak hanya itu, guru yang mengajar pun tampak tidak nyaman karena tak ada fasilitas yang bisa digunakan di musala seperti papan tulis.

Seorang siswa, Miftakhul Akbar mengaku, meski tak nyaman, dia dan teman-temannya tetap berangkat sekolah untuk mengikuti PTM karena sudah jenuh lebih dari satu tahun belajar secara daring.
Disayangkan, antusiasme siswa untuk kembali belajar ke tak diimbangi dengan perawatan fasilitas sekolah oleh Pemkab Kudus.
Baca juga: Bangunan Sekolah MTs di Sukabumi Ambruk Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
Kepala Sekolah SD 4 Prambatan Kidul Himawanto mengatakan, tiga lokal kelas di sekolah tersebut atapnya ambrol total sejak Desember 2020. “Sudah dilaporkan namun belum ada perbaikan hingga sekarang,” ujarnya, Rabu (1/9/2021).
Selain memanfaatkan musala, pihak sekolah juga mengunakan ruang serba guna untuk melakukan PTM dan untuk mengatasi keterbasan ruang belajar. PTM kali ini dilakukan segara bergiliran.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.