Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tak Kunjung Terungkap, Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Lebih Rumit dari Kasus Kopi Sianida

Yudy Heryawan Juanda , Jurnalis-Kamis, 23 September 2021 |13:33 WIB
Tak Kunjung Terungkap, Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Lebih Rumit dari Kasus Kopi Sianida
Psikolog dan ahli mikro ekspresi Popy Amalia. (iNews/Yudy Heryawan Juanda)
A
A
A

SUBANG – Satu bulan lebih kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, tak kunjung terungkap. Kasus tersebut dinilai lebih rumit dibandingkan kasus “kopi sianida” yang sempat menggemparkan publik beberapa tahun lalu.

Belum terungkapnya kasus pembunuhan ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa Kecamatan Jalancagak menjadi perhatian banyak kalangan, salah satunya Popy Amalia, psikolog dan ahli mikro ekspresi. Ia mendatangi lokasi untuk dapat mengetahui informasi secara langsung dari lapangan.

Popy yang sempat mendatangi rumah kakak korban Tuti di Jalancagak menilai, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang lebih rumit dari kasus kopi sianida yang pernah menjadi pusat perhatiannya.

Dalam kasus pembunuhan ibu dan anak, bukti dan keterangan saksi dari kasus ini harus disinkronkan sehingga membutuhkan waktu. Apalagi TKP tidak memiliki CCTV. Ini berbeda dengan kondisi kasus kopi sianida.

"Kasusnya sangat miris dan memprihatinkan. Apalagi kasus ini menimpa korban yang dua-duanya perempuan. Menjadi pusat perhatian karena sampai saat ini belum juga terungkap," kata Popy, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga : Pemilik Puntung Rokok di TKP Pembunuhan Ibu-Anak di Subang Sudah 8 Kali Diperiksa Polisi

Menurutnya, ketika ada pernyataan polisi tidak butuh pengakuan untuk mengungkap kasus ini, kuncinya berada di bukti-bukti yang harus dikumpulkan secara luar biasa. Semua bukti itu harus disinkronkan agar tidak ada kesalahan dalam menyimpulkan.

"Ya kumpulkan semua bukti-bukti, ngumpulinnya luar biasa. Bukti di TKP, siapa yang lihat, sidik jari, ancaman-ancaman. Banyak faktor yang harus dikumpulkan. Kalau salah mengambil keputusan akan membahayakan pihak kepolisian," ujarnya.

Berbeda saat terjadi kasus kopi sianida yang memiliki saksi banyak dan adanya rekaman CCTV di TKP. Untuk kasus di Subang lebih parah lagi karena di TKP tidak ada CCTV.

"Polisi enggak boleh asal. Tapi saya yakin moga-moga kasus ini bisa segera terungkap," ujar dia.

Sementara itu, sudah satu bulan lebih berjalan penyelidikan kasus ini. Kepolisian masih belum bisa mengungkap kasus yang mengundang teka-teki siapa pelaku dan dalang di balik pembunuhan sadis tersebut.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement