Mama-Mama Papua Pengrajut Noken Bangga Terlibat Sukeskan PON

Omega Batkorumbawa, iNews · Rabu 06 Oktober 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 340 2482217 mama-mama-papua-pengrajut-noken-bangga-terlibat-sukeskan-penyelenggaraan-pon-IvcClVKr0X.jpg Mama-Mama pengrajin tas noken (Foto: Kemenparekraf)

JAYAPURA - Mama-mama Papua merasa bangga terlibat menjadi pelaku usaha dalam Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Pasalnya, hal itu salah satu cara mereka mendukung agenda nasional tersebut.

Mama Yubelina mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan-rekan lainnya yang dilibatkan menjadi pelaku usaha dalam penjualan tas noken juga bisa lebih memperkenalkan budaya Papua yakni bagaimana cara merajut tas Noken.

Tas noken merupakann tas rajutan dari kulit anggrek dan menjadi ciri khas Papua. Sehingga orang-orang di luar sana tau dan memahami kenapa harga noken bisa dibilang mahal.

"Saya bersama rekan-rekan pengrajin noken sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah melibatkan kami mama-mama Papua terlibat sebagai pelaku usaha noken. Dengan ini kami bisa lebih memperlihatkan budaya kami sebagai perajut tas noken, bagaimana cara kita rajut, apa lagi bahannya susah untuk kita dapat, serta proses pembuatannya yang butuh waktu lama, sehingga orang diluar sana tidak kaget, mengapa harga noken ini cukup mahal," ungkap mama Yubelina, Selasa, (5/10/2021).

Menanggapi hal itu, tokoh pemuda Papua, Paskalis Boma, yang juga mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderahwasi mengatakan bahwa, gelaran PON XX Papua telah membuat kebanggaan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Filosofi Noken, Tas Rajut Asli Papua yang Diborong Jokowi

Apalagi niat dari pemerintah pusat untuk membangun papua lewat pesta olahraga terbesar di Indonesia terbilang sukses mulai dari kemeriahan hingga prestasi atlet Papua yang berlaga dan menjadi tuan rumah.

"Penyelenggaraan PON di Papua ini tolak ukurnya bukan dilihat karena sudah sukses terselenggara dan bukan hanya sukses prestasi, namun bagaimana output dari PON ini harus berimbas pada masyarakat setempat, khususnya mama-mam Papua pengrajut noken, apa lagi untuk konteks ekonomi," kata paskalis.

Baca juga: Jokowi Borong Noken Papua, Netizen: Presidenku Memang Trendsetter!

Paskalis menilai, Panitia Besar PON Papua, sejauh ini belum optimal melihat peluang tersebut karena stand atau tempat penjualan noken dan souvenir tidak dilakukan pada satu kawasan.

"Seharusnya PB PON punya kewenangan penuh dalam mengakomodir tempat penjualan noken dan souvenir ciri khas Papua, setidaknya harus dibuat pada satu kawasan yakni di kawasan Stadion Lukas Enembe karena semua mata akan terpusat di sana, terutama selama pelaksanaan kegiatan itu akan menimbulkan efek positif bagi masyarakat sekitar, terutama akan berdampak baik bagi perekonomian masyarakat Papua," tutupnya

PON XX Papua yang berlangsung 2-15 Oktober 2021 mempertandingan 37 cabang olahraga pada empat klaster penyelenggara PON Papua yakni Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, Mimika dan Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Intip Keunggulan Noken Wamena yang Dipakai si Cantik Chelsea Islan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini