Gubernur Ansar Tegaskan Kepri Tak Tunda Travel Bubble dengan Singapura

Antara, · Senin 11 Oktober 2021 02:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 340 2484222 gubernur-ansar-tergaskan-kepri-tak-tunda-travel-bubble-jU4LmHq5J6.jpg Gubernur Kepri Ansar Ahmad (Foto: istimewa)

TANJUNGPINANG - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan pihaknya tidak pernah menyatakan menunda pelaksanaan travel bubble atau gelembung perjalanan antara Provinsi Kepulauan Riau dengan negara Singapura.

"Tak ada ditunda, justru Kepri sudah sangat siap menerima wisman," katanya, Senin (11/10/2021).

Dia menjelaskan bahwa masalah travel bubble sudah cukup panjang dibahas antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Kemudian, Presiden Jokowi sudah menginstruksikan Bali dan Kepri segera membuka perjalanan wisman dari beberapa negara yang ditetapkan pemerintah pusat.

Bahkan Menteri Peruhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa Pemprov Kepri sudah mengusulkan agar bandar udara (Bandara) di Batam dan Tanjungpinang dapat segera dibuka.

Baca juga: Pemerintah Ingin Bintan Jadi Percontohan Travel Bubble, Sudah Siapkah?

Begitu pula dengan Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Pelabuhan Bintan Telani Bintan, dan Pelabuhan Harbour Bay Batam supaya secepatnya dibuka bagi wisman.

Baca juga: Kepri Siap Buka Pariwisata bagi Turis Asing, tapi Masih Terbatas

"Menhub ingin Bandara Batam dan Tanjungpinang jadi pilot project dibuka untuk penerbangan internasioal. Juga Pelabuhan SBP Tanjungpinang, Pelabuhan Batam Center, karena sudah digunakan untuk kepulangan PMI," imbuhnya.

Salah satu lokasi wisata yang diusulkan siap menerima wisman ialah Bintan Beach Resort (BBR) di kawasan Lagoi, Kabupaten Bintan. Kawasan tersebut sudah menyiapkan protokol kesehatan seperti lokasi karantina dan alat mesin PCR.

"Kita dorong hasil tes PCR wisman keluar 1 jam," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan terkait kawasan wisata Kepri yang akan dibuka diputuskan pemerintah pusat pada hari ini.

Demikian pula soal kondisi Covid-19 di Singapura yang tengah tinggi, pun jadi pertimbangan pemerintah pusat untuk dibahas. "Besok sudah ada keputusan resmi pemerintah pusat," ucap Ansar.

Baca juga: Gubernur Kepri Dikabarkan Positif Covid-19

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini