Penambang Timah di Bangka Hilang Diduga Diterkam Buaya

Haryanto, iNews · Kamis 14 Oktober 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 340 2485905 penambangan-timah-di-bangka-hilang-diduga-diterkam-buaya-zEACdtiYl4.JPG Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BANGKA - Seorang penambang asal Banten, bernama Ulung (20) diterkam buaya muara saat sedang menarik ponton tambang inkonvensional (TI) timah. Peristiwa tersebut terjadi, di Aliran Sungai Layang, Melandut, di Dusun Sinar Gunung, Desa Riau Silip, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Rabu (13/10/2021).

Informasi dari Ibrahim (54), nelayan setempat mengatakan, kejadian berlangsung sangat cepat sekira pukul 15.00 WIB. Namun, dirinya bersama warga tidak dapat berbuat banyak, karena terkendala peralatan

"Kira-kira jam 3 sore tadi, sampai sekarang belum ada usaha, karena kebingungan. Korban masih di air, harus pakai perahu. Kami tidak ada perahu disini," kata Ibrahim, dihubungi via telepon sore tadi.

Menurutnya, warga sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak Basarnas dan pihak terkait lainnya.

"Sudah lapor ke Basarnas, disini ada pak kades, pak babin juga ada, pak RT. Kalau saya sebagai nelayan," ucapnyanya.

Dikatakan Ibrahim, korban sebelum kejadian diketahui sedang menarik ponton TI ke arah aliran sungai. Tiba-tiba, seekor buaya muara datang dan menerkam korban, lalu membawanya hingga ke tengah sungai.

"Sedang narik ponton TI. Baru narik, entah mau pindah entah mau kemana, gak tau juga, sambil berenang mungkin. Posisi korban, saya lihat jam 4 tadi itu sudah mengapung, tapi buaya tidak kelihatan. Diseret sampai air, masih kelihatan. Sudah jauh sekarang, saya sekarang posisi di lokasi," ujarnya.

Warga menduga, korban sudah meninggal karena terlihat mengapung dengan buaya di dekatnya.

"Sudah gak ada gerakan lagi pak. Seratus persen meninggal," katanya.

Menurut informasi yang didapat Ibrahim, Ulung merupakan warga pendatang, yang bekerja sebagai penambang timah.

"Dia pendatang, kerja sama orang Pangkal Niur, kerja TI, asalnya dari Banten. Saya kurang tau persisnya, bukan di sini tinggalnya," ujarnya.

Ibrahim mengungapkan, jika daerah aliran sungai tersebut, memang terkenal rawan dengan predator muara.

"Rawan disini (buaya_red) di Sungai Layang, banyak. Airnya payau tidak terlalu masin. Kalau perahu nelayan tidak sampai kesini, karena jauh dari bibir muara," katanya.

Ibrahim menambahkan, kejadian warga diterkam buaya bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, warga setempat menjadi korban kegansan buaya, meski selamat.

"Kalau di sungai ini, ada kemarin saya dengar, tapi tidak menyaksikan, tapi orangnnya selamat. Saya tidak tau persis kejadiannya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini