Puluhan Warga Keracunan Usai Santap Makanan Acara Maulid

Dharmawan Hadi, iNews · Selasa 26 Oktober 2021 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 525 2491615 puluhan-warga-keracunan-usai-santap-makanan-acara-maulid-7nxmERxMlc.jpg Warga yang keracunan makanan di Sukabumi (foto: MNC Portal/Dharmawan)

SUKABUMI - Puluhan warga Kampung Babakan Sirna RT 06/02, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, mengalami keracunan makanan yang dikonsumsi usai acara pengajian, Senin (25/10/2021).

Sebanyak 42 korban yang mengalami mual, pusing dan muntah yang diduga keracunan, langsung dilarikan ke Puskesmas Sagaranten untuk mendapatkan penanganan medis dari petugas kesehatan.

Baca juga: Usai Makan Nasi Kotak, Puluhan Warga Koja Dilarikan ke Rumah Sakit

Kepala Puskesmas Sagaranten, Sudarna Sukmana mengatakan pihaknya belum mempunyai bukti jika korban-korban tersebut keracunan. Namun melihat dari gelaja yang diderita diduga kuat pasien menderita keracunan makanan.

"Berdasarkan laporan Ketua RT setempat mengatakan bahwa sebelumnya pada hari Minggu kemarin di Kampung tersebut dilaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, panitia yang membuat makanan pada Minggu pukul 16.00 WIB sore," ujar Sudarna menerangkan kepada wartawan.

Baca juga:  Makan Gorengan, Puluhan Pelajar di Lombok Tengah Keracunan

Namun, Sudarna menambahkan bahwa nasi baru dimakan pada malam harinya sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah itu warga merasakan gelaja mual, pusing dan muntah-muntah pada esok harinya.

"Pada pukul 11.00 WIB siang tadi baru di evakuasi ke Puskesmas. Jumlahnya ada 42 orang, dari jumlah tersebut sudah ditangani pihak Puskesmas dengan perawatan maksimal. Untuk 10 orang diantaranya mendapatkan penanganan dengan cara infus, 7 orang sudah dipulangkan, serta sisanya dilakukan observasi," ujar Kepala Puskesmas menambahkan.

Sementara itu Sekretaris Camat Sagaranten, Ridwan Agus Mulyawan mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk mengevakuasi warga yang masih di rumah untuk segera di bawa ke pusat kesehatan.

"Kami menerjunkan petugas puskesmas dan BPBD untuk segera mengevakuasi warga yang masih berada di dalam rumah dan terkena gejala dan butuh pertolongan medis," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini