Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Para Tokoh dan Makna Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 26 Oktober 2021 |18:43 WIB
Para Tokoh dan Makna Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Tepat pada 93 tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengucapkan ikrarnya. Ikrar untuk bertumpah darah, berbahasa, dan berbangsa Indonesia.

Ikrar tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaannya. Ikrar tersebut kini diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Adapun para tokoh dari Kongres Pemuda itu yakni Soegondo Djojopoespito (PPPI) sebagai ketua dan RM Djoko Marsaid (Jong Java) sebagai wakilnya, dan Mohammad Yamin (Jong Sumatranen Bond) didapuk sebagai sekretaris.

Lalu Amin Syarifuddin (Jong Bataks Bond) sebagai bendahara. Kemudian perwakilan Jong Islamieten Bond Djohan Mohammad Tjai, perwakilan Pemuda Indonesia R Katja Soengkana, dan Jong Celebes Senduk, Jong Ambon Johanes Leimena, dan Pemuda Kaum Betawi Rochjani Soe'oed.

Sumpah Pemuda merupakan salah satu pencetus atau tonggak yang membakar persatuan serta semangat golongan-golongan muda dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia. Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Sebab, pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia bersepakat untuk mengucap sumpahnya.

Baca juga: Kemendikbud Ristek: Pers Memiliki Kaitan Erat dengan Sumpah Pemuda

Adapun isi sumpah tersebut yakn pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Wejangan Erick Thohir: Ada Peluang Baru di Tengah Krisis

Sumpah Pemuda merupakan hasil dari rumusan dalam Kongres Pemuda II Indonesia. Kongres itu merupakan pertemuan besar pada 1928 yang dihadiri para pelajar dari seluruh wilayah Nusantara yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Kongres Pemuda II digelar tiga sesi di tiga tempat berbeda.

Organisasi kepemudaan yang hadir saat itu di antaranya Jong Java, Jong Batak, Jong Ambon, dan Jong Islamieten Bond. Sesi pertama dilakukan pada 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) yang sekarang bernama Lapangan Banteng. Ketua PPPI, Sugondo Djojopuspito dalam sambutannya saat itu berharap Kongres Pemuda II diharapkan dapat mempererat semangat persatuan di antara para pemuda.

Sesi kedua digelar pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak. Sesi ketiga yang merupakan sesi penutup digelar di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106. Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda terlahir.

Baca juga: Sambut Sumpah Pemuda, Mily Kemas Hadirkan Lagu Daerah yang Kekinian

Adalah Moehammad Yamin yang merumuskan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda dibacakan oleh Soegondo saat kegiatan penutupan dan dijelaskan secara panjang lebar oleh Yamin. Saat itu tidak ada istilah Sumpah Pemuda. Tapi, istilah itu lahir setelah kegiatan itu selesai.

Hingga kini, istilah Sumpah Pemuda begitu melekat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Baca juga: Man City Ucapkan Selamat Sumpah Pemuda untuk Masyarakat Indonesia

Setelah Sumpah Pemuda lahir, para pemuda dan bangsa Indonesia secara umum akhirnya memiliki semangat kebersamaan untuk berjuang melawan penjajah. Mereka tak lagi sendiri-sendiri melawan penjajah. Hingga akhirnya, Indonesia benar-benar merdeka pada 17 Agustus 1945.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement