Tersambar Petir saat Hujan Deras, Atap Masjid Ambruk

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 519 2491663 tersambar-petir-saat-hujan-deras-atap-masjid-ambruk-aR6CCMIj56.jpg Atap masjid ambruk usai tersambar petir (foto: ist)

KOTA MALANG - Hujan deras membuat sejumlah bencana terjadi di Kota Malang. Selain banjir yang menerjang beberapa titik, sebuah bangunan masjid di Jalan Mergan Blok D RT 12 RW 11 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kejadian kerusakan atap masjid akibat petir ini sendiri terjadi pada Senin (25/10/2021) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca juga:  4 Insiden Tersambar Petir saat Bermain Handpone, Ada yang Sampai Dua Kali

Ketua Takmir Masjid Al Barokah, Maryono mengatakan, kejadian sambaran petir ke bangunan masjid ini terjadi sesaat setelah salat ashar. Dimana sebelumnya ada 12 orang tengah melaksanakan salat berjamaah di masjid tersebut.

"Saat itu kondisi cuaca tidak terlalu mendung tetapi belum turun hujan. Selesai salat, jamaah langsung duduk santai di teras masjid, sedangkan saya sendiri langsung pulang ke rumah," ucap Maryono, pria 60 tahun ini.

Baca juga:  Ngeri! 13 Petani di Batubara Tersambar Petir saat Panen Padi

Tak berselang lama, sebuah suara layaknya bom terdengar dan membuat panik warga. Suara tersebut langsung membuat warga sekitar panik dan keluar rumah.

"Saya kira suara ledakan itu berasal dari tetangga saya yang membuka usaha bengkel las. Saat dicari tahu ternyata suara itu berasal dari sambaran petir yang mengenai bangunan masjid," tuturnya.

Beruntung kejadian itu tak memakan korban jiwa dan hanya membuat dua jamaah mengalami luka ringan akibat runtuhan bangunan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menyatakan, selain kejadian petir yang menyambar bangunan masjid, pihaknya mencatat ada setidaknya sepuluh titik banjir yang menerjang Kota Malang, hingga Senin malam.

"Untuk genangan air ada kurang lebih sepuluh titik. Mayoritas di wilayah utara Kota Malang," kata Alie.

Alie menjelaskan, beberapa titik yang mengalami banjir tersebut diantaranya adalah kawasan Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Ahmad Yani. Hal ini diakibatkan hujan deras yang mengguyur kurang lebih satu jam pada Senin sore membuat debit air sungai di beberapa titik Kota Malang, meningkat.

Namun, lanjut Alie, genangan banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi tersebut, berangsur surut pada saat hujan reda. Saat ini, lanjutnya, kondisi sudah dinyatakan aman, dan tidak ada lagi genangan air.

"Langsung surut pada saat hujan selesai. Kondisi saat ini sudah aman," tandasnya.

Pihaknya meminta masyarakat mewaspadai pontensi bencana hidrometeorologi. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah melakukan persiapan untuk menangani jika terjadi bencana alam.

Pemkot Malang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama masyarakat tengah meningkatkan sinergi, guna meningkatkan kewaspadaan jika terjadi bencana alam hidrometeorologi di Kota Malang.

Kota Malang memiliki potensi bencana alam diantaranya adalah banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung. Pada pekan lalu, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Malang juga menyebabkan setidaknya 25 titik mengalami banjir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini