Share

2 Siswa yang Viral Tantang Kapolsek Berkelahi Diskors Satu Minggu

Subhan Sabu, Okezone · Sabtu 06 November 2021 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 340 2497689 2-siswa-yang-viral-tantang-kapolsek-berkelahi-diskors-satu-minggu-reFOs81cvP.png Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

MINAHASA - Dua orang siswa berinisial SFS dan AS yang jadi viral lantaran menantan kapolsek berkelahi, mendapat skorsing selama satu minggu untuk tidak boleh sekolah. Hal itu dilakukan oleh pihak sekolah agar nantinya bisa ada pembinaan-pembinaan insentif dari orang tua masing-masing di rumah.

"Tindakan yang kami ambil ya tentu kami berikan skorsing mereka selama satu minggu untuk tidak datang ke sekolah supaya nanti ada pembinaan-pembinaan insentif dari orang tua di rumah. Karena paling banyak jam ya orang tua di rumah, kalau kami di sekolah hanya ada tiga jam di masa pandemi ini siswa berada di sekolah," kata Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Tondano, Fice S Lompoliuw, Sabtu (6/11/2021).

Kata dia, meski kejadiannya di luar jam sekolah, tapi itu tetap merupakan tanggung jawab pihak sekolah dan ditindak lanjuti oleh kesiswaan, guru bimbingan dan konseling (BK) serta wali kelas.

Kedua siswa tersebut kata dia merupakan siswa di kelas 12 dan saat ini sementara menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL). Sesuai dengan protokol kesehatan siswa PKL hanya sampai dengan pukul 11.00 selanjutnya siswa pulang ke rumah masing-masing.

"Diingat-ingatkan supaya siswa langsung pulang ke rumah, tapi karena siswa tersebut harus antri di terminal karena tinggalnya di luar tondano sehingga ada angkutan kota yang mereka tumpangi, jadi mungkin sampai tunggu lama di terminal hingga terjadi insiden tersebut, tapi kami dari pihak sekolah tidak menginginkan itu," ujar Fice.

Baca Juga : Instastory Sopir Vanessa Angel Jadi Bahan Penyelidikan

Dia juga mengaku kedua siswa tersebut tergolong merupakan siswa yang manis di sekolah dan tidak ada catatan buruk di sekolah. Untuk itu dia mengaku kaget dengan adanya kejadian yang viral itu.

"Saya juga sangat sesali karena sekolah ini bukan sekolah abal-abal, selalu membanggakan SMK 2 ini, tapi yah sudah tercoreng nama baik. Terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi ya selaku saya pimpinan, tinggal satu tahun lagi pensiun, memang di luar jam sekolah, tapi namanya siswa kami, tetap kami tanggung jawab," tuturnya.

Atas peristiwa tersebut Kepsek mengaku sudah menyampaikan kepada siswa kelas 10 dan 11 agar tidak terjadi lagi kejadian tersebut.

"Dan juga nanti keduanya tetap diberikan pembinaan, ketika mereka melakukan lagi kejadian yang sama, pihak sekolah tetap akan mengambil tindakan lebih keras lagi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini