Share

BMKG: Gempa M5,3 di Banggai Kepulauan Akibat Aktivitas Sesar Naik Batui

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 08 November 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 340 2498418 bmkg-gempa-m5-3-di-banggai-kepulauan-akibat-aktivitas-sesar-naik-batui-0malQsSaqz.jpg Gempa di Banggai Kepulauan (Foto: BMKG)

JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Senin 8 November 2021 pukul 12.05.59 WIB. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,0. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,78° LS; 123,55° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 64 km arah Timur Laut Kota Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah pada kedalaman 12 km. 

Baca Juga: Gempa M 5,3 Guncang Kepulauan Banggai Sulawesi Tengah

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Naik Batui.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan pergerakan naik mendatar (oblique thrust fault),” ungkap Bambang dalam keterangan resminya, Senin (8/11/2021).

Baca Juga: Gempa Berkekuatan M3,3 Guncang Banda Maluku

Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Luwuk III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Taliabu III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Bambang.

Sementara itu, hingga Senin, 8 November 2021 pukul 12.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” papar Bambang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini