Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Wilayah Indonesia Yang Disebut Menyimpan Harta Karun, Salah Satunya Bekas Benteng VOC

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Selasa, 16 November 2021 |07:01 WIB
5 Wilayah Indonesia Yang Disebut Menyimpan Harta Karun, Salah Satunya Bekas Benteng VOC
Pulau Onrust.
A
A
A

JAKARTA - Hingga saat ini, Indonesia telah mengalami perjalanan panjang. Banyak kejadian penting yang terjadi di tanah air, yang jejak peninggalannya konon masih terkubur di berbagai tempat. Banyak misteri yang menyelimuti kebenaran mengenai peninggalan leluhur pada wilayah-wilayah ini. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa wilayah di Indonesia yang konon menyimpan harta karun peninggalan sejarah;

BACA JUGA: Daerah Ini Jadi Gudangnya Harta Karun, Ada Benda Ditemukan di 3 Gunung

1. Pulau Onrust, Teluk Jakarta

Pulau kecil ini terletak di Teluk Jakarta dan dikenal sebagai tempat masuknya kapal yang akan berlabuh di Batavia. Melansir MNC Portal, sebelum VOC dibubarkan karena bangkrut, konon terdapat beberapa harta yang disembunyikan oleh pihak Belanda di pulau ini. Meskipun ceritanya masih simpang siur, ada juga yang mengatakan harta-harta peninggalan VOC ini disembunyikan di bunker yang tersebar di seluruh kota. Namun, karena ketidakpastian keberadaannya, harta itu hingga saat ini tidak pernah ditemukan.

BACA JUGA: 5 Fakta Menarik Penemuan hingga Lelang Harta Karun Rp720 Miliar, Ada Piring Rp27 Miliar

2. Gunung Salak, Jawa Barat

Sering menjadi destinasi mendaki dan diyakini memiliki banyak kisah mistis yang menyelimutinya, Gunung Salak juga menyimpan cerita tentang adanya harta karun peninggalan Belanda. Melansir Okezone, ketika Belanda berada di ambang kekalahan dari pasukan Jepang, beberapa pasukan Belanda berinisiatif untuk mengumpulkan harta benda yang tersisa dan menyembunyikannya di gunung ini agar pihak Jepang tidak dapat menemukannya. Namun, karena pihak Belanda tidak pernah memiliki kesempatan untuk masuk dan mengambil kembali harta benda ini, keberadaannya masih menjadi misteri. Terlebih mengetahui bahwa yang mengetahui lokasi persis dari keberadaan harta tersebut hanya pihak Belanda.

3. Bone, Sulawesi Selatan

Pada November 2019 lalu, seorang warga dikabarkan menemukan harta karun yang diduga merupakan peninggalan presiden pertama Indonesia terkubur di kebun rumahnya. Peristiwa ini terjadi di kebun milik Kepala Desa Pinceng, Pute, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sudirman, Sulawesi Selatan. Namun, setelah diselidiki, karta karun yang ditemukan ini tidak mengandung logam mulia, melainkan hanya logam kuningan biasa. Setelah diselidiki pula, rupanya harta yang ditemukan bukan merupakan milik Soekarno, melainkan akal-akalan pemilik lahan untuk mendongkrak harga ahan miliknya. Meskipun begitu, mitos mengenai harta milik Soekarno di Bone masih kerap membuat pemburu harta penasaran.

4. Sungai Musi, Palembang

Sebuah patung emas senilai Rp4 miliar rupah ditemukan di dasar Sungai Musi pada 2009 lalu. Patung ini diduga merupakan peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya yang memang terletak disana. Karena penemuan ini, warga dan pihak pemerintah setempat berlomba mencari harta peninggalan kerajaan termasyur di jamannya itu. Sayangnya, selama pencarian dilakukan, tidak ditemukan peninggalan apapun di dasar sungai. Padahal, harta peninggalan tersebut akan sangat berguna sebagai asset daerah jika berhasil ditemukan. Hingga saat ini, masih banyak orang yang meyakini bahwa harta karun peninggalan Kerajaan Sriwijaya banyak tenggelam di Sungai Musi.

5. Selat Malaka

Selain Sungai Musi, wilayah perairan lain yang diyakini menyimpan harta karun adalah Selat Malaka. Diyakini, selat inilah yang merupakan tempat peristirahatan terakhir kapal milik Kerajaan Portugal, kapal Flor de La Mar. Kapal ini dikabarkan memiliki panjang 118 kaki (35,9 meter), tinggi 111 kaki (33,8 meter), dan berat 400 ton. Flor de la Mar adalah kapal terbesar di armadanya masa itu. Kapal ini karam pada 1511 karena dihantam badai. Di dalam kapal, terdapat banyak harta benda hasil jarahan Portugis. Terdapat 60 ton emas dengan total mencapai USD2,6 miliar atau senilai Rp 34,6 triliun. Pada 1989, sempat diadakan pencarian harta yang memakan dana hingga Rp 200 juta. Namun, harta tersebut tidak pernah ditemukan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement