Korea Utara mengandalkan bantuan dari sekutu-sekutu sosialisnya. Tetapi setelah runtuhnya Uni Soviet, Korea Utara mengalami bencana kelaparan pada tahun 1990-an, dan sejak itu belum mampu memenuhi kebutuhan makanan rakyatnya.
Para koki di restoran Potonggang Manbang di tengah kota Pyongyang sekarang juga memanfaatkan daging kelinci.
"Kami dapat memasak semua jenis hidangan, apapun yang pelanggan kami inginkan. Tetapi sekarang ini, pada musim ini, ada banyak orang yang memesan hidangan kelinci,” terang salah seorang koki, Sung Myong Sil.
Sementara itu, salah seorang pelanggan restoran itu, Jo Kwang Nam, mengatakan, daging kelinci rasanya enak dan sangat bergizi.
“Ini bagus untuk orang-orang yang pulih dari sakit, jadi saya suka makan kelinci,” ujarnya.
Bagi mereka yang memiliki uang, daging babi dan daging sapi adalah pilihan yang paling populer. Di negara itu juga tidak ada tradisi untuk menjadi seorang vegetarian.
Orang luar sedikit sekali mengetahui kondisi di Korea Utara sekarang ini. Namun promosi mengenai pengembangbiakan dan makan daging kelinci di media pemerintah mungkin dapat menunjukkan bahwa apa yang tersaji di meja makanan sekarang ini lebih sedikit daripada biasanya.
(Susi Susanti)