Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asal Muasal Pemotongan Anggaran MPR yang Berujung Desakan Pecat Sri Mulyani

Mohammad Adrianto S , Jurnalis-Rabu, 01 Desember 2021 |14:32 WIB
Asal Muasal Pemotongan Anggaran MPR yang Berujung Desakan Pecat Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalami desakan pemecatan dari sejumlah pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) karena kebijakannya memotong anggaran lembaga negara ini.

(Baca juga: MPR Desak Sri Mulyani Dipecat, Begini Reaksi Kemenkeu)

Salah satu yang menyuarakan ini adalah Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad, yang terang-terangan meminta Presiden Joko Widodo untuk memecat Sri Mulyani.

Fadel mengaku kecewa karena Sri Mulyani memotong anggaran saat jumlah pimpinan MPR RI bertambah dari empat orang menjadi 10 orang.

(Baca juga: Wacana Amandemen UUD 1945, Jubir Presiden: Itu Wilayahnya MPR)

"Kami di MPR ini kan pimpinannya 10 orang, dulu cuma empat orang, kemudian 10 orang. Anggaran di MPR ini malah turun, turun terus," kata Fadel kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Selasa (30/11).

Selaras dengan Fadel, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan kekecewaannya terhadap Sri Mulyani. Dirinya berkata bahwa Ani, sapaan Menteri, tidak menghadiri undangan MPR untuk membahas refocussing anggaran.

Berdasarkan Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L), diketahui anggaran MPR dari 2016 sampai 2020 rata-rata tumbuh 0,9 persen.

Tidak hanya itu, terdapat kenaikan signifikan yang terjadi pada 2018, di mana MPR mendapatkan alokasi mencapai Rp1,04 triliun. Namun, anggaran MPR turun untuk dialokasikan ke penanganan pandemi Covid-19.

Menanggapi kritik dari MPR, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Rahayu Puspasari angkat bicara.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement