PINRANG - Pasca viralnya video pelamaran keluarga calon perempuan kepada keluarga calon mempelai laki laki di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, membuat calon mempelai perempuan yang kini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, tertekan dengan perjodohan tersebut.
(Baca juga: Pinrang Heboh! Pemuda Dilamar Gadis SMP dengan Mahar Setengah Miliar Rupiah, Calon Mertua Ungkap Alasannya)
Mirisnya, perjodohan tidak sepengetahuan calon mempelai perempuan. Kini dengan pendampingan hukum dari P2TP2A masih menunggu hasil psikologis anak untuk laporkan ke kepolisian.
Usai melaporkan penampingan hukum ke Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Kabupaten Pinrang, calon pengantin perempuan yang kini mengalami tekanan psikis, mulai mendapatkan pedampingan tim psikologi.
(Baca juga: Di-Bully, Gadis SMP yang Melamar Pemuda Mahar Rp500 Juta Enggan Sekolah)
Hal tersebut disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Kabupaten Pinrang yang sebelumnya telah menerima laporan yang dilakukan sang ayah calon mempelai perempuan.
Dalam laporannya, sang ayah melaporkan kondisi anaknya yang mengalami tekanan psikis, akibat bullyan dari teman teman sekolah, pasca viralnya video lamaran tersebut.
Akibatnya sang anak enggan untuk kembali bersekolah. Dan kini lebih memilih tinggal bersama sang ayah.
Kini, usai mendapatkan pendampingan, sang anak kini mulai berani untuk masuk sekolah untuk menjalani ujian di sekolahnya.
Sambil menunggu hasil psikologis anak, P2TP2A Kabupten Pinrang, selanjutnya akan melakukan pendampingan pelaporan ke kepolisian.
“Pengakuan anak setelah mengadu ketempat kami, dia sangat malu dan sedih. Bahkan, dia tidak mau sekolah karena secara psikologis terpukul,” ujar Ketua P2TP2A Kabupaten Pinrang, Andi Bahtiar, Jumat (3/12/2021).
Dia juga meminta didampingi ke pskiater dan pihak berwajib. Dan kita sedang menunggu hasil untuk menjadi barang bukti di kepolisian.
“Sampai sekarang belum melapor ke polisi. Hasil pendampingan psikolog, dia sudah mulai sekolah dan mengikuti ujian,” tutupnya.
Sebelumnya, video suasana lamaran yang dilakukan kedua orangtua calon mempelai tersebut viral di media sosial. Uniknya, seorang laki laki justru dilamar oleh pihak calon mempelai perempuan dengan uang panai atau mahar sebanyak Rp500 jutas dan berbeda dari adat Suku Bugis Makassar biasanya, justru kali ini terbalik. Pihak keluarga calon perempuan yang memberikan uang panai ini kepada pihak calon mempelai laki laki.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.