Pria Ini Pose Angkat Tangan Selama 45 Tahun, Dedikasikan Diri ke Dewa Siwa

Susi Susanti, Okezone · Senin 06 Desember 2021 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 18 2512755 pria-ini-pose-angkat-tangan-selama-45-tahun-dedikasikan-diri-ke-dewa-siwa-4UwyUnVhWU.jpg Pria ini berpose mengangkat tangan selama 45 tahun (Foto: Flickr Vision)

INDIA - Seorang pria telah mengangkat tangannya selama lebih dari 45 tahun, dan dia tidak berencana untuk berhenti karena dedikasinya pada imannya. Dia memutuskan untuk mendedikasikan dirinya untuk Dewa Hindu yang disebut Dewa Siwa.

Amar Bharati membuat dunia tercengang setelah dia digambarkan dengan tangan terangkat sambil mengepal dan kukunya yang sudah sangat panjang di tahun 1970-an. Dia adalah seorang pria yang sudah menikah dengan tiga anak, yang bekerja di sebuah bank. Tapi pada 1973 dia memutuskan untuk meninggalkan kehidupan sederhananya atas nama perdamaian dunia.

 Dalam upaya untuk menunjukkan pengabdiannya itu, dia pun memiliki ide untuk mengangkat lengannya dan menjaga posisinya tetap seperti itu.

"Saya tidak meminta banyak. Mengapa kita bertengkar, mengapa ada begitu banyak kebencian dan permusuhan di antara kita? Saya ingin semua orang India hidup dalam damai," terangnya kepada History of Yesterday.

 Baca juga: ISIS Pajang Patung Dewa Siwa Dipenggal, Tuai Kemarahan Warga India

"Saya ingin seluruh dunia hidup dalam damai,” ujarnya.

Lad Bible melaporkan Bharati mengalami kesakitan selama dua tahun pertama usai melakukan pose itu. Namun perlahan-lahan mulai mereda karena dia akhirnya kehilangan semua indra perasa di lengannya.

Tetapi karena beberapa dekade memegang posisi yang sama, dia akan membutuhkan banyak waktu untuk menurunkan lengannya ke samping pinggang karena kehilangan sirkulasi.

Baca juga:  Warga Nganjuk Temukan Arca Dewa Siwa

Sementara itu, beberapa pengguna Quora percaya bahwa itu pose itu tidak mungkin dilakukan. Namun warganet lainnya mengatakan meski dia bisa melakukan pose itu, hal itu akan membuatnya tidak nyaman secara spiritual.

"Anda mungkin akan membuat Tuan Bharati sangat menderita, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara spiritual, karena ia percaya bahwa penghormatan abadinya mempromosikan perdamaian dunia,” terangnya.

“Karena struktur tulangnya masih utuh, lengan itu kemungkinan tidak akan patah seperti ranting melainkan terbelah pada persendian, di mana tulang rawan telah mengering dan menyusut,” lanjutnya.

"Pada dasarnya, Anda akan mematahkan lengannya, tetapi mungkin tidak menjadi dua,” ungkapnya.

"Saya tidak berpikir bahwa dia akan dapat menggunakan lengannya lagi karena fakta bahwa sirkulasi darah di tangannya akan menjadi sangat kurang jika tidak sepenuhnya dihentikan dan dengan demikian semua jaringan vital akan mati,” terang warganet lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini