ISIS Pajang Patung Dewa Siwa Dipenggal, Tuai Kemarahan Warga India

Muhaimin, Sindonews · Rabu 24 November 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 18 2506583 isis-pajang-patung-dewa-siwa-dipenggal-tuai-kemarahan-warga-india-dLzDV6cFrl.jpg ISIS pajang kepala Dewa Siwa yang dipenggal (Foto: daijiworld.com)

NEW DELHIKelompok garis keras ISIS dilaporkan memajang gambar Dewa Siwa yang dipenggal kepalanya di majalah propaganda online bulanannya. Sontak, gambar ini viral di media sosial (medsos) dan memicu kemarahan publik India .

Poster dari majalah propaganda ISIS yang di-posting di media sosial itu menunjukkan patung Dewa Siwa yang dimutilasi kepalanya dengan bendera ISIS ditancapkan di atasnya. Dewa Siwa merupakan salah satu dewa utama Hindu—agama mayoritas India.

Mengutip kantor berita IANS, Rabu (24/11/2021), gambar patung yang dipenggal itu telah memicu ketegangan terutama di distrik pesisir Uttara Kannada di negara bagian Karnataka, India.

Baca juga: Eks Militan ISIS Mengaku Bayar Rp114 Juta untuk Dibebaskan dari Penjara 

Patung yang dipenggal itu menyerupai patung Dewa Siwa setinggi 123 kaki di kota Murudeshwara, yang merupakan tujuan penting bagi peziarah Hindu.

"It's time to break false gods [Sudah waktunya untuk menghancurkan tuhan-tuhan palsu]," bunyi caption pada poster majalah tersebut.

 Baca juga: Tiga Ledakan Bom Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Uganda, ISIS Klaim Bertanggung Jawab

Pengguna Twitter, Anshul Saxena, yang membagikan poster majalah tersebut meminta otoritas negara untuk meningkatkan keamanan kuil Murudeshwara.

Setelah foto itu menjadi viral, seorang politisi dari Partai Bhartiya Janata (BJP) Dinakar Keshav Shetty, melalui halaman Facebook-nya mengatakan bahwa Menteri Dalam Negeri India Amit Shah telah diberitahu tentang insiden tersebut.

"Saya menyadari melalui media sosial bahwa sebuah majalah 'Voice of Hind' dari organisasi teroris ISIS telah mengumumkan niat mereka untuk menghancurkan patung Siwa di kuil Murdeshwara," tulisnya.

"Melindungi dan mengembangkan kuil-kuil Hindu adalah salah satu prinsip utama partai kami. Departemen pertahanan kami kuat dan diberdayakan untuk bertindak melawan ancaman semacam itu. Informasi telah diteruskan ke Menteri Dalam Negeri melalui telepon, dan keamanan akan segera ditingkatkan di kuil Murdeshwara," lanjutnya.

Diketahui, ajalah propaganda online ISIS tentang India itu bernama "Voice of Hind". Media itu sudah diluncurkan sejak tahun 2020. Publikasi tersebut telah memeriksa cara-cara untuk menyerang India di beberapa posting sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini