Share

Kasus Kematian Novia Widyasari, IKA UB Desak Polisi Usut Tuntas

Avirista Midaada, Okezone · Senin 06 Desember 2021 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 340 2512872 kasus-kematian-novia-widyasari-ika-ub-desak-polisi-usut-tuntas-7T3hbKL2Mh.jpg Universitas Brawijaya (Ist)

KOTA MALANG - Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kematian mahasiswi UB Novia Widyasari Rahayu.

IKA UB membeberkan 6 poin pernyataan terkait kematian tragis Novia Widyasari. Pertama, keluarga besar IKA UB ikut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah Novia Widyasari Rahayu.

Berikutnya, IKA UB berempati terhadap kegetiran kekerasan dan persoalan yang mendera almarhumah sebelum meninggal. Poin ketiga, IKA UB mendesak Polri untuk memprioritaskan penanganan kasus kekerasan seksual yang dialami almarhumah dengan cepat dan transparan.

Keempat, IKA UB membentuk tim pendampingan/task force untuk memantau dan mendorong proses hukum yang adil dan transparan.

Berikutnya, IKA UB merekomendasikan kepada perguruan tinggi untuk meningkatkan layanan perlindungan dan konseling kepada korban kekerasan seksual, termasuk pendampingan di luar kampus dan di tempat tinggal korban.

Terakhir IKA UB mengajak seluruh alumni dan civitas akademika UB untuk bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dari tindakan kekerasan dan pelecehan di lingkungan kampus. KA UB mengajak seluruh alumni dan civitas akademika UB untuk bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dari tindakan kekerasan dan pelecehan di lingkungan kampus.

Ketua IKA UB, Profesor Ahmad Erani Yustika membenarkan, pernyataan sikap pihaknya soal kekerasan seksual yang dialami Novia Widyasari. Menurutnya, sikap IKA UB itu diterbitkan pada 5 Desember 2021, sebagai bentuk dukungan pengusutan kasus kekerasan seksual terhadap Novia Widyasari.

Baca Juga : Ibu Novia Widyasari Tak Ingin Kasus Anaknya Dibesar-besarkan

"Iya benar itu pernyataan sikap IKA UB, kami juga telah membentuk tim untuk kasus itu. Seperti dalam bunyi pernyataan sikap tersebut," kata Erani saat dikonfirmasi wartawan, pada Senin (6/12/2021).

Sebelumnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Prof Dr Agus Suman mengakui Novia Widyasari adalah mahasiswi di Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2016. Korban menerima pelecehan seksual saat menjadi panitia Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK Maba) pada 2017.

"Pelaku juga merupakan kakak tingkat yang berinisial RAW, dia adalah mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FIB UB juga,” ucap Agus Suman, saat memberikan keterangan kepada awak media, di Gedung Rektorat Universitas Brawijayaa, Minggu (5/12/2021).

Namun, Agus menerangkan, peristiwa itu terjadi pada 2017. Apa yang dialami Novia saat itu tidak terkait kejadian yang dialami Novia dengan oknum kepolisian berinisial RB. Pihaknya meluruskan beberapa informasi yang beredar di media sosial yang dirasa kurang benar.

“Sebenarnya sudah selesai, sampai kepada proses-proses yang kita lakukan. Cuma kebetulan meninggal, karena kasus berbeda lalu ada yang mengkaitkan dengan persoalan yang sebenarnya sudah selesai,” tutur Agus.

Sebagai informasi, Novia Widya Sari meninggal dunia usai bunuh diri di atas makam ayahnya pada Kamis 2 Desember 2021. Penelusuran di jejak digitalnya di media sosial, bunuh diri lantaran Novia depresi setelah dipaksa aborsi hingga dua kali oleh kekasihnya Bripda Randy Bagus.

Polisi sendiri sudah menetapkan tersangka bernama Randy Bagus yang bertugas di Mapolres Pasuruan. Ia pun telah ditahan di Mapolda Jawa Timur sejak Sabtu malam kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini