Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Heboh! Karyawati Bank Ini Ngaku Hiperseks, Melampiaskannya sebagai Cewek Open BO

Helmi Syarif , Jurnalis-Rabu, 15 Desember 2021 |12:15 WIB
Heboh! Karyawati Bank Ini Ngaku Hiperseks, Melampiaskannya sebagai Cewek Open BO
Karyawati bank ini ngaku hiperseks/ ilustrasi ist
A
A
A

JAKARTA – Seorang karyawati bank swasta bekerja sampingan sebagai PSK online. Indah, bukan nama aslinya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan seksnya yang tinggi. Wanita 30 tahun ini merupakan janda beranak dua, nafsu seksnya tinggo usai dirinya melahirkan anak keduanya.

(Baca juga: Curi Uang Perusahaan Rp69 Juta, Juki Senang-Senang dengan Cewek BO)

Indah selalu gonta-ganti pasangan hanya untuk memuaskan syahwatnya. Wanita asal Kalimantan yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan ini memilih berpetualang mencari sesuatu yang berbeda. Hingga akhirnya dia menjajakan diri, namun hanya untuk kepuasan tanpa mengesampingkan pekerjaannya di bank.

Indah sebelumnya membuka diri di sebuah aplikasi pertemanan untuk mencari jodoh hingga dia menemukan pria yang mau membayar hanya untuk terpuaskan.

(Baca juga: Demi Menarik Pelanggan, PSK Online Rogoh Rp2,5 Juta untuk Perawatan Tubuhnya)

“Awalnya ada aplikasi perjodohan, tapi kurang banyak akhirnya pindah ke Instagram dan Facebook di sini lumayan,” ujarnya di sebuah mal kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Namun, bekerja sebagai PSK online Indah bisa mengambil keuntungan yakni berimajinasi liar dengan bermacam-macam pria dan tidak fokus hanya pada satu pria layaknya pacaran.

Dia pun mendapatkan kepuasan yang berbeda dengan berbagai tipikal pria hidung belang yang ditidurinya. Bahkan, dia diajak jalan-jalan dengan pria teman kencannya ke beberapa daerah. Ada satu lagi yang membuat dirinya puas yakni ada bule yang membookingnya.

“Sekarang aku memang lebih puas. Kalau sudah terpuaskan, aku bisa dua kali atau bahkan lebih bermain dengan pria yang sama,” kata Indah.

Meski Indah hiperseks, namun dia memilih lawan mainnya karena dikhawatirkan tamu kencan adalah kawan kerjanya. Karena itu, dalam menggunakan aplikasi pertemanan dia tidak pernah memasang wajahnya dalam aplikasi tersebut.

Dia akan memberikan nomor pribadinya, jika orang tersebut sudah dikenal barulah melakukan transaksi esek-esek. “Kalau sudah yakin baru aku kasih nomor baru kita video call dan atur ketemuan,” ujarnya.

Dia juga tidak mau menginap atau longtime dengan alasan masih memiliki tanggung jawab dua anak. Begitu juga dengan jam mainnya, dia hanya bisa menjalaninya selepas pulang kerja antara pukul 18.00-21.00 WIB. Namun terkadang dia bisa pulang sangat malam dan beralasan ada pekerjaan kepada orang rumah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement