Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

WHO: Bukti Awal Indikasikan Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Omicron

Antara , Jurnalis-Kamis, 16 Desember 2021 |10:49 WIB
WHO: Bukti Awal Indikasikan Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Omicron
Ilustrasi varian Omicron (Foto: Medical Daily)
A
A
A

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (15/12) mengatakan bukti awal mengindikasikan vaksin Covid-19 kemungkinan kurang efektif terhadap infeksi dan penularan akibat varian Omicron, yang juga membawa risiko lebih tinggi bagi orang untuk terinfeksi kembali.

Dalam pembaruan epidemiologi mingguannya, WHO mengatakan lebih banyak data diperlukan untuk memahami secara lebih baik soal sejauh mana Omicron dapat mengurangi imunitas yang diberikan vaksin atau infeksi sebelumnya.

"Akibatnya, seluruh risiko terkait Omicron, varian baru yang diwaspadai ini, masih sangat tinggi," kata WHO, menegaskan komentar yang dibuat sejumlah pejabatnya pada Selasa (14/12).

Baca juga: WHO Varian Omicron Terkonfirmasi di 77 Negara

WHO menyatakan untuk pertama kalinya sejak varian Delta dikelompokkan sebagai varian yang diwaspadai pada April, persentase urutan genom Delta yang terdaftar di pangkalan data global GISAID pekan ini telah turun, ketimbang varian-varian yang diwaspadai lainnya.

Fakta itu perlu dipandang sebagai peringatan karena negara-negara kini melakukan lebih banyak pengurutan genom Omicron sehingga mengunggah lebih sedikit pengurutan varian-varian lain, termasuk Delta.

Baca juga: Peneliti Vaksin Sinovac, BioNTech Kurang Efektif Tangkal Covid-19 Varian Omicron

Meski demikian, varian Delta masih dominan dan menyumbang 99,2 persen dari hampir 880.000 urutan yang diunggah ke GISAID dengan spesimen yang dikumpulkan selama 60 hari terakhir.

Namun, jumlah urutan Delta cenderung menurun --seperti halnya Alpha, Beta dan Gamma-- dengan kemunculan Omicron.

Dari total urutan tersebut, sekitar 3.775 atau 0,4 persen adalah Omicron, sementara tiga varian lain yang diwaspadai totalnya hanya 401, atau masing-masing kurang dari 0,1 persen.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement