Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Omicron Masuk Indonesia, Ilmuwan Sebut 2 Teori Asal-usul Virus yang Menyebar dengan Cepat

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Kamis, 16 Desember 2021 |12:15 WIB
Omicron Masuk Indonesia, Ilmuwan Sebut 2 Teori Asal-usul Virus yang Menyebar dengan Cepat
Ilustrasi varian Omicron (Foto: Reuters)
A
A
A

JENEWA Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan virus corona baru varian Omicron adalah kasus varian yang bermutasi sangat cepat dan telah dikonfirmasi di 77 negara. Varian Omicron juga baru dinyatakan masuk Indonesia.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan varian itu mungkin banyak yang belum mendeteksinya, dan menyebar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Terkait hal ini, sekelompok ilmuwan menyebut dua teori atau hipotesis yang terkait asal usul varian Omicron.

Salah satu hipotesis itu menyebut Omicron bersumber dari hewan. Artinya virus corona menginfeksi populasi hewan yang tidak diketahui dan bermutasi di dalamnya.

Menurut laporan WHO yang dirilis pada Maret lalu, dari situ, virus menyebar ke manusia, seperti yang dilakukan virus Sars-CoV-2 asli.

Baca juga: Omicron Masuk Indonesia, Bagaimana Bisa Menyebar dengan Kecepatan yang Belum Pernah Terjadi

Namun Larry Corey menjelaskan, analisis genetik Omicron sejauh ini menunjukkan bahwa varian tersebut berevolusi pada tubuh manusia.

"Data menunjukkan bahwa hipotesis penularan di hewan hampir tidak mungkin," kata Corey.

Baca juga: WHO Varian Omicron Terkonfirmasi di 77 Negara

Sementara itu, menurut Profesor Balloux, timnya tidak menemukan cukup bukti yang terkait dengan penularan dari hewan.

Hipotesis kedua menyebut Omicron tidak berkembang dalam tubuh manusia, tapi dalam populasi di daerah yang minim pemantauan genetik, seperti di banyak negara Afrika, sebelum akhirnya mencapai Afrika Selatan.

Ahli biologi asal Brasil sekaligus peneliti independen, Atila Iamarino, percaya hipotesis ini bisa terjadi pada Omicron.

Iamarino melihat kesamaan kemunculan Omicron dengan varian Gamma, yang menyebabkan infeksi luas di kota Manaus, Brasil, pada awal 2021. Manaus merupakan wilayah paling padat penduduk di kawasan Amazon.

"Hipotesis yang sama tentang virus yang berevolusi pada satu orang dengan sistem kekebalan yang lemah diangkat ketika Gamma terdeteksi," kata ahli biologi itu.

"Namun kemudian terbukti bahwa garis keturunan perantara beredar tanpa terdeteksi dan mereka mengakumulasi mutasi saat menyebar melalui populasi lokal," ujarnya.

Iamarino yakin bahwa penelitian lebih lanjut dapat mengungkapkan skenario yang sama dengan Omicron.

"Ini sesuai. Omicron terdeteksi di benua dengan pengujian dan pemantauan genetika yang lebih minim dibandingkan bagian dunia lainnya,” lanjutnya.

"Omicron mungkin telah beredar di Afrika lebih lama dari yang kita yakini saat ini," ucapnya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement