Share

Ciptakan Generasi Unggul, Pemerintah Terus Lakukan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting

Agustina Wulandari , Okezone · Jum'at 17 Desember 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 1 2518450 ciptakan-generasi-unggul-pemerintah-terus-lakukan-strategi-nasional-percepatan-penurunan-stunting-fsTKMW1Xj3.jpeg Stunting. (Foto: Dok.Okezone)

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di Bidang Kesehatan berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, ditetapkan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yaitu menurunkan prevalensi Stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Baca Juga: Bertemu Kepala BKKBN, Ma'ruf Amin Minta Kebut Penanganan Stunting

Isu stunting sangat dekat dengan masa depan keluarga dan harus dapat disampaikan dengan cara yang lebih tepat, lebih menyentuh dan lebih memahami sudut pandang khalayak agar mereka menyadari bahwa mereka adalah Keluarga Berisiko Stunting (emosional dan menjelaskan yang sulit jadi lebih mudah).

Bila hal ini dapat dilaksanakan, maka khalayak akan menemukan relevansi pentingnya pencegahan stunting untuk menjaga dan merencanakan keluarga, masa depan anak dan cucu kita sekarang dan masa depan, demi mewujudkan pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas menuju Indonesia Generasi Emas 2045, SDM unggul Indonesia Maju.

Fortifikasi pangan menjadi upaya pencegahan stunting yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi kepada stakeholder dan masyarakat dalam rangka percepatan penurunan stunting Indonesia 27,6 persen pada 2019 dan target 14 persen pada 2024.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 disebutkan perlunya upaya meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing melalui percepatan penurunan stunting. Selain itu, diperlukan penguatan ketahanan ekonomi melalui peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan melalui fortifikasi dan biofortifikasi pangan.

Fortifikasi pangan sebagai salah satu upaya pemenuhan gizi sensitif masyarakat merupakan intervensi yang terbukti cost-effective. Hal itu dikarenakan fortifikasi dilakukan melalui bahan pangan terutama beras sehat dengan beberapa mikronutrien seperti Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Asam Folat, Vitamin B12, Zat Besi yang dikonsumsi masyarakat secara luas terutama keluarga tidak mampu dengan biaya yang relatif lebih rendah.

Kebanyakan keluarga (yang merencanakan akan punya anak, sedang hamil, sedang menyusui dan memiliki balita) menganggap tidak akan memiliki masalah dan memiliki risiko terhadap stunting (perlu riset lebih lanjut). Stunting memang mencakup masalah klinis, gizi, sanitasi, namun hal-hal tersebut juga menjadi masalah komunikasi.

Pendekatan lintas disiplin sangat diperlukan dalam penanganan stunting. Pendekatan komunikasi dapat mendekatkan relevansi stunting karena berperspektif audience-oriented. Jadi masalah utama komunikasinya adalah belum adanya kesadaran Keluarga Berisiko Stunting karena belum adanya relevansi yang berangkat dari perspektif audience- oriented.

CM

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini