Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kunci Ali Moertopo Punya Akses Keputusan Politik saat Orde Baru

Alvin Agung Sanjaya , Jurnalis-Jum'at, 17 Desember 2021 |06:00 WIB
Kunci Ali Moertopo Punya Akses Keputusan Politik saat Orde Baru
Ali Murtopo (Wikipedia)
A
A
A

ALI Moertopo dikenal sebagai aktivis, ahli strategi, dan politisi terkemuka. Letnan Jenderal (purn) kelahiran Blora, Jawa Tengah, tanggal 23 September 1924 ini secara struktural pernah mengamankan akses ke proses pengambilan politik nasional saat Orde Baru.

Ali Moertopo menciptakan pola yakni berupaya memperkuat dua lembaga yang berada di bawahnya langsung yaitu lembaga studi tertentu dan Opsus.

Terutama Lembaga studi diketahui dibentuk Ali Moertopo dan Soedjono Hoemardani, bersama-sama sebagian golongan Katholik dan sekelompok nonpri Cina yang umumnya berafiliasi kepada Pater Beek.

Pater Beek adalah salah seorang anggota Ordo Yesuit dalam Gereja Katholik.

Oleh pengikutnya, ia dipercaya sebagai orang yang suci, pandai, tegas, dan prinsipiil, serta amat anti-komunis.

Para anggota kelompok Pater Beek dilukiskan memiliki tradisi solidaritas yang tinggi dan saling melakukan kontak secara rahasia. Tidak segan-segan mereka menyingkirkan orang-orang yang dipandang dapat membahayakan organisasi. Orang mempercayai gerakan berlatar belakang keagamaan seperti ini bisa jadi lebih hebat dibandingkan dinas rahasia Mossad (Israel).

Untuk memapankan hubungan dengan pemerintah atas pengambilan keputusan politik nasional, secara struktural lembaga studi yang dibentuk Ali Moertopo ini memiliki saluran dengan menciptakan sebuah lembaga institusional yang dinamakan SPRI/Aspri, yang tentunya memiliki akses langsung ke pimpinan tertinggi. Dua tokohnya yaitu Ali Moertopo dan Soedjono merupakan Aspri masing-masing di bidang politik dan ekonomi.

Baca Juga : Cerita Ali Moertopo Lebur Partai Politik demi Orde Baru

Ali yang mencairkan status politik sehingga organisasi ini memiliki ke institusi secara struktural maupun akses kunci pengambilan keputusan politik, sementara Soedjono bertugas mencarikan dana, yang santer dikatakan bersumber dari BUMN.

Wakta bergulir, lembaga studi ini berkembang menjadi sebuah organisasi yang amat berpengaruh. Sampai-sampai di tengah masyarakat timbul kesan seolah-olah lembaga studi tersebut menentukan setiap kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah.

Melalui jalur Opsus, beberapa sarjana dari kelompok Pater Beek mulai tahun 1969 juga bisa memasuki Bakin (Badan Koordinasi Intelijen), sebagai anggota organik di sana. Kelompok ini amat berambisi menjadikan Ali Moertopo sebagai orang terpenting.

Sumber: Buku Pangkopkamtib Jenderal Soemitro dan Peristiwa 15 Januari 74

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement