Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Omicron di Indonesia 19 Orang, Kemenkes Minta Daerah Waspada Klaster-Klaster Penularan

Binti Mufarida , Jurnalis-Sabtu, 25 Desember 2021 |09:52 WIB
Kasus Omicron di Indonesia 19 Orang, Kemenkes Minta Daerah Waspada Klaster-Klaster Penularan
Kasus Omicron di Indonesia bertambah jadi 19 orang (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan tambahan 11 kasus Omicron di Indonesia. Sehingga, kini total ada 19 kasus Omicron yang didapatkan berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing kemarin, Jumat (24/12).

Kemenkes mengatakan sebelas kasus konfirmasi baru Omicron merupakan imported case, berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Turki, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan bahwa di beberapa negara kasus Omicron sudah mulai mendominasi varian yang ditemukan di negara dengan peningkatan kasus sebagai contoh di Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat.

Baca juga:  Breaking News: Kasus Omicron Bertambah 11 Kasus, Totalnya Kini 19 Orang

“Penemuan kasus omicron juga mulai meningkat disertai dengan pola meningkatnya kasus di negara-negara tersebut,” kata Nadia dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (25/12/2021).

Baca juga: Kasus Omicron Bertambah 11, Apakah Akan Ada Pembatasan Lagi?

Bahkan, kata Nadia saat ini gelombang baru Covid-19 pun telah banyak melanda banyak negara. “Gelombang ke-3, ke-4, ke-5 terjadi pada banyak negara. Tentu kita sudah melakukan antisipasi supaya Omicron yang sudah diidentifikasi di Indonesia tidak menyebar dan meluas di masyarakat. Oleh karena itu semua harus ikut andil dalam upaya pengendalian transmisi varian ini.”

“Kita melihat data dari Gauteng Afrika Selatan memperlihatkan karena sifat Omicron yang cepat menular sehingga jumlah kasus yang akan tertular akan meningkat dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cepat,” katanya.

Oleh karena itu, tegas Nadia, semua harus tetap waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Nadia pun mengingatkan kepada daerah agar pemerintah memantau potensi klaster-klaster reinfeksi atau dengan riwayat vaksinasi. “Di level provinsi dan kabupaten kota kami berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan semua pihak untuk terus memantau terutama bila ada potensi klaster-klaster ataupun adanya kasus reinfeksi atau kasus dengan riwayat vaksinasi sebelumnya.”

“Dan ini dimaksudkan untuk dapat segera dilakukan investigasi kajian dan pelacakan kasus untuk menilai apakah ada keterkaitan dengan varian baru atau tidak,” kata Nadia.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement