Share

6 Buruh Tersangka Perusakan Ruang Kerja Gubernur Banten Ditangkap

Mahesa Apriandi, iNews · Senin 27 Desember 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 340 2523312 6-buruh-tersangka-perusakan-ruang-kerja-gubernur-banten-ditangkap-Ln1izzwrX7.jpg Polda Banten menangkap pelaku perusakan kantor Gubernur Banten Wahidin Halim (Foto: Mahesa Apriandi)

SERANG - Enam buruh tersangka perusakan pintu ruangan kerja dan penghinaan terhadap Gubernur Banten Wahidin Halim ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten. Dari pemeriksaan, dua dari enam buruh dilakukan penahanan.

Pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan sejak Sabtu 25 Desember hingga dan Minggu 26 Desember 2021. Dua buruh yang ditahan yakni OS (28) warga Cisoka, Kabupaten Tangerang dan MHF (25) yang merupakan warga Cikedal, Kabupaten Pandeglang.

Penahanan terhadap dua buruh tersebut dikarenakan melakukan perusakan terhadap barang. Barang bukti yang disita dokumen video baik dari CCTV maupun dari sumber lainnya yaitu anak kunci, engsel besi pintu, topi, hp dan beberapa baju,” ujar Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga dalam konferensi pers, Senin (27/12/2021).

Baca Juga:  Rusak Mobil dan Aniaya Pejalan Kaki, 6 Pemuda Mabuk Ditangkap

Kedua tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang bersama-sama melakukan perusakan terhadap barang dengan ancaman pidana 5 tahun 6 bulan penjara.

Sementara untuk keempat buruh lainnya yakni AP (46) warga Tigaraksa, Tangerang, SH (33) warga Citangkil, Kota Cilegon, SR (22) warga Cikupa, Tangerang dan SWP (20), perempuan, warga Kresek, Tangerang tidak dilakukan penahanan.

Pemeriksaan tersebut sebagai tindak lanjut dari pengaduan Gubernur Banten melalui kuasa hukumnya Asep Abdullah Busro pada Jumat 24 Desember 2021 lalu sekitar pukul 15.30 WIB dalam LP Nomor 496.

Sementara itu, Kuasa Hukum Gubernur Banten Asep Abdullah Busro mengatakan laporan Gubernur Banten tersebut juga atas desakan elemen masyarakat, ulama, dan pemuda.

“Laporan Gubernur merespons peristiwa tersebut juga dasar atas desakan elemen masyarakat, ulama dan pemuda yang semuanya sangat keberatan atas peristiwa di area Pemprov. Konsepsi Gubernur representasi pemerintah pusat. Objek vital dan strategis,” kata Asep.

Baca Juga: Kantornya Diacak-acak Buruh, Gubernur Banten Murka dan Minta Polisi Tindak Tegas 

Asep mengatakan, dalam pihaknya terbuka untuk peluang penerapan restorative justice. “Kita memahami terkait peristiwa itu Indonesia wilayah hukum, penegakan hukumnya kami serahkan ke Polda Banten apakah penerapan restorative justice terbuka peluang tapi dalam hal ini kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk menangani perkara ini UU berlaku,” ucap Asep.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini