Share

4 Pemimpin Paling Kejam Sepanjang Masa, Bantai Warga Sipil hingga Bunuh Saudara

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Minggu 02 Januari 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 18 2525990 4-pemimpin-paling-kejam-sepanjang-masa-bantai-warga-sipil-hingga-bunuh-saudara-0yTlCYt87d.jpg Lukisan Attila the Hun (foto: Historia)

JAKARTA - Seorang pemimpin sudah selayaknya memimpin dan melakukan upaya terbaik untuk rakyatnya. Namun nyatanya, tidak semua negara dipimpin oleh pemimpin yang baik. Dunia mengenal beberapa pemimpin yang berperilaku kejam. Melansir economictimes.indiatimes.com, berikut pemimpin paling kejam sepanjang masa.

1. Attila the Hun (434-453 Masehi)

Attila the Hun merupakan pemimpin Kekaisaran Hun. Dia menjadi pemimpin Kekaisaran Hun setelah membunuh saudaranya. Kekaisaran Hun berpusat di Hongaria. Tercatat, Attila menjadi salah satu penyerang kekaisaran yang paling ditakuti. Dia memperluas kekaisaran ke Jerman, Rusia, Ukraina, dan Balkan. "Di sana, di mana saya telah kunjungi, rumput tidak akan pernah menumbuhkan keuntungan," ujarnya ketika memerintah.

Baca juga: 10 Pemimpin Kejam dalam Sejarah Dunia

2. Genghis Khan (1206-1227)

Genghis Khan menghabiskan waktu sebagai budak selama masa remajanya. Namun dia kemudian tumbuh dan berkembang sebagai pemimpin untuk menyatukan suku-suku Mongol serta menaklukkan sebagian besar Asia Tengah dan Cina. Gaya kepemimpinan Genghis Khan dikenal brutal. Berdasarkan keterangan sejarawan, Genghis Khan tidak segan membantai warga sipil secara massal.

Baca juga: 4 Pemimpin Dunia yang Mundur karena Revolusi di Negaranya, Ada Presiden Soeharto

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

3. Timur (1370-1405)

Timur memimpin kampanye militer melalui sebagian besar Asia barat, termasuk Iran modern,Turki, serta Suriah. Dia juga mendirikan Kekaisaran Timurid. Di Afghanistan, dia memerintahkan pembangunan sebuah menara yang terbuat dari manusia hidup. Manusia hidup itu ditumpuk dan kemudian disemen. Selain itu, Timur juga memerintahkan pembantaian untuk menghukum pemberontakan. Dia juga mempunyai 70.000 kepala yang dibangun menjadi menara.

4. Ratu Mary I (1553-1558)

Ratu Mary I merupakan satu-satunya anak Raja Henry VIII dan Catherine dari Aragon. Mary I menjadi Ratu Inggris pada 1553. Dia dikenal sebagai pemimpin yang kejam. Ketika berkuasa, dia kembali memberlakukan agama Katolik yang oleh penguasa sebelumnya memperjuangkan agama Protestan. Ratusan orang Protestan yang menentangnya dibakar di tiang pancang. Maka dari itu, dia mendapat julukan Bloody Mary.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini