Varian Omicron Picu Lonjakan Kasus Covid-19 hingga 6 Kali Lipat

Agregasi VOA, · Kamis 13 Januari 2022 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 18 2531678 varian-omicron-picu-lonjakan-kasus-covid-19-hingga-6-kali-lipat-EBjlvFp7zv.jpg Covid-19 melonjak di Rusia (Foto: AP)

RUSIA - Pejabat-pejabat Rusia pada Selasa (11/1) menyampaikan peringatan tentang gelombang infeksi virus corona yang akan melesat karena varian Omicron yang sangat menular. Kendati demikian, Rusia belum mengumumkan pembatasan aktivitas baru di negara tersebut yang sebelumnya hanya menerapkan sedikit pembatasan terkait Covid-19.

Rusia sejauh ini memiliki jumlah korban akibat pandemi Covid-19 tertinggi di Eropa, dengan lebih dari 317.000 kematian. Peringatan yang disampaikan pada Selasa (11/1) itu hanya berselang beberapa hari setelah jumlah kasus baru dan kematian akibat virus corona mulai menurun setelah dilanda gelombang sebelumnya.

 Baca juga: WHO: Secara Global, Kasus Baru Covid-19 Melonjak Tajam Seminggu Terakhir

Kepala Badan Kesehatan Warga Rusia (Rospotrebnadzor), Anna Popova, mengatakan kepada Associated Press bahwa perkiraan pesimis itu menunjukkan Rusia mungkin akan menghadapi jumlah kasus baru hingga enam digit per hari. Dia mengatakan para pakar sudah melihat indikasi akan memburuknya situasi yang terlihat pada 35 dari 80 wilayah Rusia yang kini memiliki jumlah kasus lebih tinggi di atas rata-rata di negara itu,.

Baca juga: Pecahkan Rekor Global, AS Catat 1,1 juta kasus Covid-19 dalam Sehari

Rusia pada tahun ini melaporkan antara sebanyak 15.000 hingga 18.000 kasus baru per harinya. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibanding sekitar 30.000 kasus baru per hari yang tercatat pada Desember tahun lalu. Satuan tugas Covid-19 di Rusia telah mengkonfirmasi lebih dari 10,6 juta kasus infeksi, dengan jumlah korban meninggal mencapai 317.618 orang.

Badan Statistik Rusia, yang menggunakan kriteria penghitungan yang lebih luas, menempatkan jumlah kematian lebih tinggi, yang mengatakan bahwa jumlah kematian akibat Covid-19 antara April 2020 hingga Oktober 2021 mencapai lebih dari 625.000 orang.

Alih-alih adanya peringatan itu, belum ada pengumuman tentang pembatasan baru untuk mencegah perebakan virus mematikan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini