Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Eijkman Dileburkan ke BRIN, Pelacakan Covid-19 Tetap Berjalan

Lutfia Dwi Kurniasih , Jurnalis-Senin, 17 Januari 2022 |07:02 WIB
Eijkman Dileburkan ke BRIN, Pelacakan Covid-19 Tetap Berjalan
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pandemi Covid-19 hingga kini belum juga usai bahkan semakin menyebar dengan berbagai varian. Hal itu menyebabkan munculnya kata-kata Whole Genome Sequencing (WGS) yang sudah mulai umum diutarakan oleh banyak pihak.

WGS sendiri menjadi hal yang sangat berperan dan digunakan sebagai alat untuk mendapatkan cetak biru genetik (genetic blueprint) dari genom virus SARS-CoV-2, identifikasi mutasi baru , pelacakan asal virus, dan pencegahan penularan virus.

Hal ini ada kaitannya pula dengan Lembaga Eijkman yang melakukan fokus penelitian biologi yang meliputi bidang biomedis, keanekaragaman hayati, bioteknologi, biosekuriti dan menerjemahkan hasil penelitian demi kepentingan masyarakat termasuk WGS.

Setelah peleburan Eijkman ke BRIN pada 2021 lalu. BRIN mengatakan tetap memberikan layanan ditengah pandemi Covid-19. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko dalam Special Dialogue Okezone mengungkapkan langsung peran BRIN selama pandemi.

"Selain riset kita juga tetap melanjutkan layanan surveilans yang berbasis WGS dan juga uji virus termasuknya jalan terus, karena itu penting sekali. Ini kontenksnya kita mendukung Kementerian Kesehatan, karena pelakunya kan Kementerian Kesehatan tapi kita bantu kan dari awal ya. Kalau dulu timnya Eijkman dan LIPI ya sekarang jadi satu timnya BRIN begitu lah. Nah didalam surveilans whole genome sequencing itu memamg kita otomatis mempelajari berbagai variasi dan mutasi dari virus SARS-CoV-2 ini termasuk Omicron," ungkapnya dalam Special Dialogue Okezone.

Ia juga mengatakan BRIN sampai saat ini pun tetap fokus untuk kesehatan terutama Covid-19.

“Sejak awal-awal covid masih Kemenristek, ya kita menjadi tulang punggung utama. Itu termasuk perkembangan vaksin merah putih oleh 7 tim dan masih belanjut sampai tahun ini. Fokus kita hingga saat ini pun untuk Kesehatan yaitu riset penanganan Covid, meskipun fokusnya lebih kita tekankan pada dua hal yaitu pengembangan vaksin merah putih karena banyak masalah keterlambatan dan yang kedua terkait perkembangan alat deketksi non pcr yang bisa lebih murah," katanya.

"Ini kenapa penting? Karena ini tidak hanya penting untuk Covid, jadi misalnya untuk vaksin, di Indonesia itu belum pernah ada satu tim periset pun yang punya pengalaman mengembangkan vaksin, mau vaksin hewan ataupun vaksin manusia itu kita baru tahu gara-gara pandemi itu, meskipun kita produsen vaksin besar di dunia gitu ya, tetapi kita selalu beli lisensi,” tutupnya menjelaskan.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement