Share

Sejarah Hari Ini: Pemimpin Perang Dunia II Inggris, Winston Churchill Meninggal Dunia

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Januari 2022 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 18 2536518 sejarah-hari-ini-pemimpin-perang-dunia-ii-inggris-winston-churchill-meninggal-dunia-0OUd8euFcQ.jpg Winston Churchill difoto di London, 10 Oktober 1962. (Foto: PA via Reuters)

SIR WINSTON Leonard Spencer Churchill, tokoh yang memimpin Inggris Raya dan Sekutu melalui krisis Perang Dunia II, meninggal di London, Inggris pada 24 Januari 1965. Winston Churchill meninggal dunia di usia 90 tahun.

Lahir di Istana Blenheim pada 1874, Churchill bergabung dengan pasukan Hussars Keempat Inggris Keempat Hussars setelah kematian ayahnya pada 1895. Selama lima tahun berikutnya, ia menikmati karier militer yang luar biasa, bertugas di India, Sudan, dan Afrika Selatan, dan mendapatkan prestasi di beberapa pertempuran.

BACA JUGA: 7 Tokoh Dunia yang Memiliki Tato, Thomas Edison Miliki 5 Titik di Lengan Kanannya

Dilansir dari History, pada 1899, Churchill mengundurkan diri dari militer untuk berkonsentrasi pada karier sastra dan politiknya dan pada 1900 terpilih ke Parlemen sebagai anggota parlemen Konservatif dari Oldham.

Empat tahun kemudian, pada 1904, ia bergabung dengan kaum Liberal, bertugas di sejumlah jabatan penting sebelum diangkat sebagai pimpinan Departemen Angkatan Laut Inggris pada 1911, di mana ia bekerja untuk membawa angkatan laut Inggris ke kesiapan untuk perang yang dia ramalkan akan pecah.

Pada 1915, pada tahun kedua Perang Dunia I, Churchill dianggap bertanggung jawab atas bencana kampanye Dardanelles dan Gallipoli, dan dia dikeluarkan dari pemerintahan koalisi perang. Dia mengundurkan diri dan mengajukan diri untuk memimpin batalion infanteri di Prancis. Namun, pada 1917, ia kembali ke politik sebagai anggota kabinet di pemerintahan Liberal Lloyd George.

BACA JUGA: Berhasil Hentikan PD II, PM Churchill Mengundurkan Diri

Dari 1919 hingga 1921, ia menjadi sekretaris negara untuk perang dan pada 1924 kembali ke Partai Konservatif, di mana dua tahun kemudian ia memainkan peran utama dalam gagalnya Pemogokan Umum 1926.

Saat tidak menjabat dari 1929 hingga 1939, Churchill mengeluarkan peringatan yang tidak diindahkan akan ancaman agresi Nazi dan Jepang. (dka)

Setelah pecahnya Perang Dunia II di Eropa, Churchill dipanggil kembali ke jabatannya sebagai pimpinan Departemen Angkatan Laut Inggris dan delapan bulan kemudian menggantikan Neville Chamberlain yang tidak efektif sebagai perdana menteri dari pemerintahan koalisi baru.

Pada tahun pertama pemerintahannya, di tengah perlawanan Inggris terhadap Nazi Jerman, tetapi Churchill berjanji kepada negaranya dan dunia bahwa rakyat Inggris "tidak akan pernah menyerah". Dia menyatukan rakyat Inggris untuk melakukan perlawanan sengit serta dengan lihai membawa Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin D. Roosevelt dan Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin ke dalam sebuah aliansi yang menghancurkan kekuatan Poros Nazi Jerman.

Pada Juli 1945, 10 minggu setelah kekalahan Jerman, pemerintahan Konservatifnya mengalami kekalahan melawan Partai Buruh Clement Attlee, dan Churchill mengundurkan diri sebagai perdana menteri. Namun, pada 1951, Churchill yang berperan sebagai pemimpin oposisi kembali terpilih sebagai perdana menteri.

Dua tahun kemudian, dia dianugerahi Hadiah Nobel dalam Sastra untuk enam volume studi sejarah Perang Dunia II dan untuk pidato politiknya; dia juga dianugerahi gelar bangsawan oleh Ratu Elizabeth II. Pada 1955, ia pensiun sebagai perdana menteri tetapi tetap di Parlemen sampai tahun 1964, setahun sebelum kematiannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini