Pasukan Majapahit mengepung kediaman Gajah Mada. Dengan persenjataan lengkap, mereka bersorak-sorak sambil membunyikan kentong titir merangsek masuk ke halaman rumah Gajah Mada.
"Pagar halaman telah dirusak, batasnya telah terhapus. Bala tentara berdesak masuk halaman," tulis Slamet Muljana.
Di dalam rumah, tidak ada satu pun punggawa Gajah Mada yang berani ke luar. Di dalam ruangan istri, Gajah Mada hanya bisa mondar-mandir gelisah. Melihat banyaknya bala tentara Majapahit, istri Gajah Mada meminta suaminya menyerah.
Dikisahkan dalam "Menuju Puncak Kemegahan, Sejarah Kerajaan Majapahit". Gajah Mada hanya mengenakan cawat geringsing. Selembar kain putih menyelubungi tubuhnya dengan sabuk atmaraksi melingkari pinggangnya. Kepungan bala tentara Majapahit tidak menggoyahkan semedinya.
Anehnya, saat menerobos masuk, bala tentara Majapahit hanya menjumpai istri Gajah Mada dengan keris terhunus di tangan. Semua tempat digeledah, sudut ruangan disisir, namun Gajah Mada yang mereka cari tidak berhasil ditemukan.
Tentara Majapahit yang marah malah menjarah semua harta benda yang ada. "Semua harta benda dijarah habis," kata Slamet Muljana.